Agung Laksono Ketua Umum Terpilih Munas Golkar Presidium Penyelamat Partai

0
Agung Laksono, usai terpilih sebagai ketua umum Golkar Munas Ancol

Jakarta – Agung Laksono akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Munas Golkar versi Presidium Penyelamat Partai. Agung yang mendapatkan nomor urut 3 saat pemilihan, mengalahkan dua kandidat lainnya, yaitu Agus Gumiwang Kartasasmitas dan Priyo Budi Santoso.

Sesaat setelah terpilih Ketua Umum Golkar terpilih hasil Munas Presidium Penyelamat Partai Agung Laksono mengucapkan rasa terima kasihnya kepada peserta Munas yang mempercayakan dirinya untuk duduk dalam tampuk Ketum Golkar. “Ini bukan kemenangan saya, tapi kemenangan partai Golkar. Ini juga adalah kemenangan demokrasi yang berdasarkan demokrasi sesungguhnya,” katanya di Jakarta usai pemungutan suara pemilihan Ketua Umum di Jakarta, Senin (08/12).

Pemilihan dimulai pukul Minggu malam pukul 23.30 dan berakhir Senin pukul 01.00 dini hari dengan jumlah pemegang suara dalam Munas mencapai 296 suara. Agung Laksono mendapatkan 147 suara, disusul Priyo Budi Santoso mendapatkan 77 suara, kemudian Agus Gumiwang Kartasasmita sebanyak 71 suara. Sedangkan yang Abstain hanya 1 suara.

“Berdasarkan tata tertib dan tata cara pemilihan, pasal 40 no 4 bahwa bakal calon yang mendapat 30 persen lanjut ke tahap berikutnya sebagai calon. Kalau yang bersangkutan lebih dari 50 persen, maka calon menjadi Ketua Umum berikutnya secara aklamasi,” kata Ketua Pelaksana Munas Ibnu Munzir.

Kendati ada permasalahan selisih satu suara, namun Ibnu menganggap tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara dalam pemilihan. “Karena kalau ditambahkan ke nomor satu tidak signifikan, kalau ditambahkan ke nomor urut dua juga tidak signifikan, kalau ditambahkan ke nomor urut tiga juga tidak signifikan, maka kita anggap sah, setuju?,” ucapnya.

Setuju,” jawab perserta Munas kompak.

Sebelumnya, Ibnu Munzir mengungkapkan, jumlah tersebut mengalami penurunan dari jumlah pemegang suara sah Munas hasil verifikasi sebanyak 320 dari 384 peserta yang hadir di Munas. Pasalnya, ada pengurus DPD yang meninggalkan arena Munas. “Ada yang terkena ancaman kemudian meninggalkan arena munas. Ancaman tentu dari DPD-DPD yang terkait. Karenanya, kawan-kawan (peserta Munas) yang ketakutan kemudian meninggalkan arena munas,” jelasnya.

Kendati demikian, ungkap Ibnu, karena jumlah pemegang suara sah dalam Munas sudah mencapai kuorum dari jumlah total pemegang suara sebanyak 560 orang, maka pemilihan calon Ketua Umum bisa tetap dilakukan. “Ini sudah lebih dari 50 persen plus satu sehingga hasilnya pun sah sesuai AD/ART,” tegasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca