Adian Napitupulu Anggap Intervensi Partai Bukanlah Sebuah Kesalahan

2
Politisi PDIP Adian Napitupulu

Jakarta – Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketum PDI Perjuangan Megawati sering disebut-sebut mengintervensi Jokowi baik melalui struktur kementerian maupun kebijakan pemerintahan Jokowi.

Lalu, salahkah yang dilakukan dua Ketua Umum Parpol pendukung pemerintah itu? Politisi PDIP Adian Napitupulu menganggap, di dalam politik, intervensi partai dalam pemerintahan dan parlemen bukanlah suatu hal yang patut disalahkan.

“Kenapa demikian? Perjuangan tertinggi Partai bukan sekedar menaikan orang ke kursi Presiden dan Parlemen tapi memperjuangkan cita-cita, tujuan dan ideologi Partai dan untuk itulah partai memperjuangkan kader-kader nya duduk di kursi Presiden, kabinet dan Parlemen, bahkan kalau bisa ikut merebut struktur paling bawah dari ketua RT, RW dan Kepala Desa,” katanya dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (31/01).

Menurutnya, keinginan untuk mempengaruhi pemerintahan bukan hanya keinginan partai politik, melainkan juga keinginan semua kelompok politik dan kelompok orang yang menyadari hak-hak politiknya. Termasuk juga apa yang diperjuangkan oleh NGO, Serikat Buruh, Serikat Tani, pengamat, relawan hingga mahasiswa, bahkan juga KPK. Walaupun, lanjutnya, masing-masing berangkat dari tujuan, cara dan kepentingan yang berbeda.

Dia menjelaskan, intervensi yang dilakukan partai adalah dengan cara “memanggil” kadernya yang berada di pemerintahan dan Parlemen lalu memberi berbagai arahan dan instruksi. Sedangkan, NGO, Serikat Buruh, Serikat Petani, Pengamat, Relawan hingga Mahasiswa berusaha mengintervensi pemerintah melalui opini, petisi bahkan demonstrasi. Adapun KPK, imbuhnya, bisa jadi mempengaruhi Pemerintah dengan memberikan stabilo merah, hijau dan kuning kepada seorang calon pejabat publik.

Menurutnya, mengintervensi pemerintah bukanlah sebuah kesalahan, karena manusia adalah mahkluk politik. Apalagi, dengan dipilihnya sistem Demokrasi dalam kehidupan bernegara. Sebab, ukuran negara Demokrasi adalah semakin besar partisipasi Rakyat dalam proses perjalanan negara, maka semakin Demokratislah negara itu. “Yang salah justru ketika Partai, NGO, Serikat Buruh dll tidak lagi saling berlomba mempengaruhi negara lalu berdiam diri dan tidak lagi perduli pada negara,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca