Widi Agus Pratikto Terpilih Mengepalai 6 Negara Yang Tergabung Dalam CTI-CFF

14

Jakarta – Prof. Dr. Widi Agus Pratikto, wakil Indonesia dalam SOM (Senior Officials’ Meeting) CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries and Food Security) terpilih secara aklamasi untuk mengepalai organisasi CTI-CFF yang mewadahi 6 negara sebagai Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF. Terpilihnya Pratikto dalam SOM ke 10 yang diadakan di Dili, 5-7 November 2014 lalu, adalah wujud penghargaan dan kepercayaan negara-negara kelautan dan pesisir yang tergabung dalam organisasi CTI-CFF.

CTI-CFF adalah organisasi negara-negara kelautan dan pesisir yang berada di wilayah yang sering disebut sebagai segitiga karang dunia, suatu wilayah yang hanya seukuran 1,6% dari keseluruhan laut dunia tapi memiliki 76% keanekaragaman karang dunia. Wilayang ini melingkupi negara Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea (PNG), Kepulauan Salomon, Philipina, Timor Leste, Singapore, Brunei, Fiji dan New Celedonia. Saat ini 6 negara sudah bergabung dalam organisasi CTI-CFF yaitu, Indonesia, Malaysia, PNG, Kepulauan Salomon, Philipina dan Timor Leste. Sementara Brunei akan segera menjadi negara ke 7 yang bergabung setelah sebelumnya mengirimkan aplikasi untuk ikut serta dalam CTI-CFF.

Pratikto yang terpilih dalam SOM ke 10 adalah mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI dan mantan Sekretaris Jenderal D-8 di Turki. Ia kenyang pengalaman dalam urusan maritim dan mengorganisir kerjasama dengan banyak negara. Sebagai Direktur Eksekutif, Pratikto akan mengelola dan memfasilitasi program dan kegiatan Sekretariat Regional CTI-CFF yang berkedudukan di Manado.

Sekretariat Regional CTI akan resmi berdiri pada tanggal 30 November 2014, yang sesuai dengan Agreement on the Establishment of the Regional Secretariat of the CTI-CFF, satu bulan setelah ratifikasi ke-4 dari negara anggota ditanda-tangani. Timor-Leste adalah negara anggota ke-4 yang meratifikasi Agreement termaksud pada 31 Oktober 2014. Tiga negara anggota lain yang sebelumnya telah meratifikasi adalah Malaysia, Indonesia dan Salomon Islands, sementara dua negara anggota lainnya, yakni Filipina dan Papua NG masih melakukan proses internal atas ratifikasi Agreement tersebut.

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca