Tolak kenaikan Harga BBM, Ganas Pati Temui Walikota Solo

4

Solo – Puluhan masa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal Tiga- Tiga (Ganas Pati) melakukan aksi demo di kawasan bundaran Gladak, Solo, Kamis (13/11) siang. Dalam aksi yang diikuti gabungan berbagai Perguruan Tinggi dan ormas di Solo ini, para demonstran menuntun agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Pasalnya, menurut mereka, dengan kenaikan BBM akan membuat rakyat semakin sengsara.

Selain melakukan penolakan kenaikan harga BBM, demonstran juga menyerukan tiga tuntutan, yakni tegakan dan laksanakan pasal 33 UUD 1945, cabut UU Liberalisasi Migas No. 22 Tahun 2001, dan Stop Intervensi Asing.

“Kami rasa tak ada alasan untuk Jokowi menaikan harga BBM, karena saat ini harga minyak dunia sedang turun. Sebenarnya bila mau dilihat lebih jauh, masih banyak sistem yang bisa diperbaiki oleh Jokowi. Salah satunya dengan memberantas mafia pajak. Jika BBM jadi dinaikan, itu menjadi bomerang bagi Jokowi, karena tekadnya untuk mensejahterakan rakyat berubah menjadi menyengsarakan rakyat,” ujar kordinator pelaksana kegiatan, Suci Nur Afifah saat ditemui disela demonstrasi.

Selain itu, menurut Suci, dengan adanya aksi ini mampu mengingatkan Jokowi yang merupakan orang asli Solo dan mantan Walikota Solo, untuk terus menepati janji-janjinya.

“Kami akan terus kawal apa yang menjadi keputusan Jokowi mendatang, jika BBM jadi dinaikan kami akan terus melakukan penolakan. Bagi kami kenaikan BBM itu tidak menyelesaikan masalah dan tidak relevan,” tegasnya.

Tak hanya berhenti disitu saja, para pendemo ini pun menunju Balaikota Solo dengan berjalan kaki dari kawasan Gladak. Disana demonstran mengajak Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan pemerintah Kota Solo untuk ikut bergabung bersama. Namun karena Walikota sedang tidak berada di tempat, akhirnya Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo menemui para demonstran di Pendapa Gede Balaikota Solo.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca