Titiek Soeharto : Reformasi, Kesenjangan Miskin dan Kaya Malah Bertambah Lebar

15
Jamaah Dzikir dan Shalawat untuk Negeri di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta. (foto: Republika.com)

JAKARTA, fren247.com –  Siti Hediati Haryadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, Putri Presiden Kedua RI Soeharto menilai era reformasi yang dijalani tidak membuat Indonesia makin membaik, tapi malah membuat kesenjangan antara si kaya dan si miskin semakin melebar.

”Reformasi yang telah berjalan saat ini tidak membuat negeri ini menjadi lebih baik. Kesenjangan si miskin dan si kaya malah bertambah lebar,” kata Titiek dalam sambutannya di acara “Dzikir dan Shalawat untuk Negeri” di Masjid At Tin, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada hari ini, Sabtu (11/3).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh keluarga besar H.M. Soeharto untuk memperingati Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) ke-51 tahun tersebut, Titiek juga menjelaskan bahwa apa yang sudah dilakukan Soeharto dalam membangun Indonesia telah mengantarkan Indonesia untuk siap tinggal landas.

”Sayangnya, krisis ekonomi pada 97 dan 98 membuat kita crash. Crash di ujung landasan,” ungkap Titiek.

Titiek juga menyampaikan ucapan terimakasih pada jamaah yang telah menghadiri peringatan ke-51 tahun Supersemar dan ikut mendoakan Soeharto.

”Sekali lagi saya atas nama keluarga besar Haji Muhammad Soeharto mengucapkan terima kasih atas doa yang dipanjatkan diterima Allah. Semoga langkah-langkah kita dimudahkan,” ujar Titiek.

Sementara itu terlihat belasan Ribu Jamaah menghadiri acara Zikir dan Shalawat untuk Negeri ini. Acara dibuka dengan tausiah serta zikir yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Majelis Az Zikra, Ustaz Arifin Ilham. Hingga pukul 19.30, para jamaah melaksanakan shalat Isya berjamaah. Kegiatan Zikir dan Shalawat untuk Negeri ini juga diisi tausiah dari Habib Syech Assegaf, KH Abdullah Gymnastiar, dan Habib Rizieq Syihab.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca