Presiden Meminta Ikuti Hukum Tapi Saksi Polri Tetap Mangkir Dipanggil KPK

0
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers di Istana Bogor, Jumat (23/1)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri untuk mengikuti aturan hukum terkait persoalan yang dihadapi KPK dan Polri. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan keterangan pers di Istana Bogor pada Jumat (23/1) dalam menyikapi ditetapkannya Bambang Widjajanto sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

“Sebagai Kepala Negara saya meminta kepada institusi Polri dan KPK memastikan bahwa proses hukum yang ada harus objectif dan sesuai dengan aturan UU yang ada,” kata Jokowi yang didampingi Ketua KPK Abraham Samad, Plt Kapolri Komjen Badrotin Haiti dan Wapres Jusuf Kalla.

Namun harapan Jokowi agar proses hukum tetap ditaati tampaknya tidak diikuti oleh Polri.

Hal ini diperlihatkan oleh tiga Perwira Polri yang dipanggil oleh KPK untuk menjadi saksi kasus suap dan gratifikasi dengan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan, calon Kapolri. Tiga saksi tersebut kembali mangkir untuk kedua kalinya memenuhi panggilan KPK pada Senin (26/1).

Ketiga Perwira Polri tersebut adalah Kompol Sumardji Wakapolres Jombang, Kombes Ibnu Isticha Dosen Utama STIK Lemdikpol dan Brigjen Herry Prastowo Dirtipidum Bareskrim Mabes Polri.

Sebelumnya ketiga perwira Polri tersebut sudah mangkir waktu dipanggil untuk dimintai keterangan oleh KPK pada Senin (19/1). Namun ketiganya tidak memenuhi panggilan KPK tersebut dengan berbagai alasan.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto saat itu menyatakan akan mengambil tindakan tegas apabila hingga panggilan ketiga, para saksi tersebut tidak memenuhi panggilan KPK. “Sesuai dengan prosedur hukum acara. Sesuai hukum acara ada mekanisme prosedural,” kata Bambang di Gedung KPK Kuningan Jakarta, pada Selasa (20/1).

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Mudzakir mendukung upaya paksa yang bisa dilakukan KPK. “Kalau sudah panggilan ketiga tidak juga diindahkan, maka bisa ada upaya paksa, jemput paksa,” katanya kepada media, Senin (26/1).

Selain tiga Perwira Polri tersebut KPK juga memanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Andayono, Brigadir Jenderal (Purn) Heru Purwanto dan Irjen Pol (Purn) Syahtria Sitepu. Yang hadir pada Senin kemaren hanya Irjen Pol (Purn) Syahtria Sitepu.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca