Pratikno : Kartu Jokowi Didanai CSR BUMN

0

kartu sakti jokowi

Makassar – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, menjelaskan bahwa program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sedang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini, pembiayaannya menggunakan dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Satu itu kan sudah jalan, dan itu juga kan bantuan dari berbagai pihak. Itu CSR dan lain-lain, iya CSR dari BUMN. Tidak masuk APBN. Jadi nggak usah ribut-ribut dulu, kita fokus ini,” jelas Pratikno di Makassar, Rabu (5/11) malam.

Hal ini disampaikan Pratikno menjawab pertanyaan wartawan terkait banyak pihak yang mempertanyaan legalitas pembiayaan Program Kartu yang dijalankan Presiden Jokowi ini. Dede Yusuf legislator dari Fraksi Partai Demokratjuga mempertanyakan Program yang tidak terdapat pada APBN 2014 ini.

“Kalau mau dibuat undang-undang tentang KIS, harus dengan persetujuan DPR. Tinggal bagaimana nanti. Apakah Undang-Undang BPJS dicabut dulu lalu membuat undang-undang baru atau bagaimana,” tanya Dede beberapa waktu lalu.

Dede menjelaskan ada UU Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional yang mengatur tentang Jaminan Kesehatan Nasional. Kemudian UU Nomor 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Selama undang-undang yang sudah ada itu belum dicabut atau direvisi, maka KIS diasumsikan sebagai produk dari BPJS dengan penyempurnaan.

“Semua program pemerintah harus ada ‘cantelan’ hukumnya yang disepakati bersama DPR. Saat ini sudah ada UU BPJS, maka itu yang kita terima,” tutur politikus Partai Demokrat tersebut.

Lebih lanjut Pratikno menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengkonsolidasi berbagai sumber dana yang ada tidak hanya CSR. Kedepan program kesejahteraan tersebut akan dimasukan ke dalam APBN 2015 jelas Mensesneg yang juga guru besar dari Universitas Diponegoro Semarang.

“Kuncinya kan banyak sekali. Intinya konsolidasi sumber daya. Banyak anggaran yang selama ini tidak fokus difokuskan. itu aja yang dibuat fokus. Tentu saja untuk ke depan yang terkait APBN,” jelas Pratikno.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca