Pesawat Amfibi Rusia Siap Bantu Evakuasi Jenazah Korban Air Asia QZ 8501

1
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo memberikan keterangan pers, Jumat (2/1)

Jakarta – Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) sudah mendapatkan konfirmasi kesediaan negara Rusia untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi jenazah penumpang Air Asia QZ 8501.┬áNegara tersebut bersedia menyiapkan pesawat amfibi untuk diterjunkan dalam operasi pencarian dan evakuasi yang sudah berlangsung enam hari sejak Minggu (28/12) pagi itu.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengungkapkan, hari ini pihaknya sudah menerima kesediaan Rusia untuk turut serta dalam proses pencarian dan evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas

“Hari ini, saya mendapatkan bantuan Rusia,” katanya dalam konferensi pers di kantor pusat Basarnas di Kemayoran Jakarta, Jumat (02/01).

Menurutnya, Rusia akan memberikan bantuan berupa satu jenis pesawat amfibi yang akan difungsikan untuk mengevakuasi korban yang berhasil ditemukan oleh tim. “Bantuan satu pesawat, selain bisa membawa korban, juga sebagai amfibi, bisa mendarat di permukaan air,” jelasnya.

Nantinya, tim gabungan Basarnas akan menggunakan pesawat tersebut untuk menambah kekuatan udara dalam proses evakuasi yang dilakukan dari atas kapal di area pencarian yang berada di antara utara laut Jawa dan selat Karimata menuju ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Sementara, untuk bantuan dua kapal destroyer Jepang, hingga petang tadi masih dalam perjalanan dari pelabuhan port Kelang di Kuala lumpur menuju ke titik lokasi pencarian. Namun, ungkap Bambang, dua kapal negara Jepang tersebut tidak akan langsung terjun ke area pencarian. Dua kapal tersebut terlebih dahulu akan diposisikan di luar lokasi di sekitar area pencarian.

Sebagai informasi, dalam operasi pencarian dan evakuasi jenazah penumpang dan pesawat Air Asia QZ 8501 hingga hari keenam pada hari ini setidaknya sudah empat negara yang membantu pencarian. Negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia dan Singapura.

Dalam proses pencarian dan evakuasi hari ini, Singapura menerjunkan dua helikopter dan empat kapal, Amerika Serikat dua helikopter dan satu kapal, Korea Selatan satu pesawat udara, serta Malaysia tiga kapal untuk membantu operasi yang dilakukan tim gabungan Basarnas.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca