Pertemuan Bos Freeport Dengan Keluarga Wapres Bukti Freeport Dekati Pemerintah

4

Surabaya – Terbongkarnya pertemuan James Moffet atau Jim Bob Pemilik Freeport McMoran, dengan Aksa Mahmud dan Erwin Aksa menunjukkan upaya-upaya Freeport yang serius melakukan pendekatan kepada pemerintah untuk mendapatkan perpanjangan Kontrak Karya sebelum waktunya. Aksa Mahmud adalah ipar dari Wakil Presiden Jusuf Kalla, sementara Erwin Aksa adalah anak dari Aksa Mahmud.

“Sebelum pertemuan Aksa Mahmud, Erwin Aksa dengan Jim Bob, Maroef Syamsuddin Direktur Utama Freeport Indonesia juga bertemu dengan Setya Novanto Ketua DPR bersama Pengusaha Riza Chalid dan juga surat jaminan Sudirman Said Menteri ESDM untuk memperpanjang kontrak Freeport sebelum waktunya. Semua menunjukkan betapa Freeport berupaya serius melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang bisa mempengaruhi perpanjangan kontrak,” jelas Enny di Jakarta, Senin (21/12).

Pendekatan atau upaya pihak Freeport baik melalui direktur utamanya di Indonesia maupun melalui Jim Bob pemiliknya, menurut Enny adalah wajar. Jim Bob dan seluruh jajarannya juga akan terus melakukan berbagai langkah pendekatan kepada semua pihak yang bisa mempengaruhi baik langsung atau tidak langsung terhadap nasib perpanjangan kontrak Freeport.

“Jadi pertemuan dengan Setya Novanto, Aksa Mahmud dan Erwin Aksa tentunya tidak mungkin dilakukan kalau misalnya Setya bukan ketua DPR, atau Aksa dan Erwin bukan ipar atau keponakan wapres. Karena tidak mungkin misalnya Jim Bob mau bertemu dengan seorang pengusaha nasional biasa lainnya, kalau dia tidak tahu kalau pengusaha itu seperti Aksa dan Erwin punya kedekatan dengan pengambil kebijakan seperti wakil presiden,” ujarnya.

Menurut Enny, Freeport sangat berkepentingan dengan investasi dan keuntungan mereka di Indonesia, karena Freeport telah berinvestasi besar di Indonesia.

“Sekarang ini yang perlu dicermati itu adalah menjaga agar Freeport mematuhi segala kewajiban dan segala peraturan di Indonesia. Ini yang harusnya dijadikan acuan untuk memperpanjang atau menghentikan kontrak Freeport,” jelas nya.

Enny menilai sangat wajar jika saat ini muncul persepsi di publik upaya para peloby seperti Aksa Mahmud dan Erwin Aksa demi kepentingan perpanjangan kontrak Freeport sebelum 2019.

“Yah wajar saja jika orang punya persepsi seperti itu. Sebagai seorang wapres, JK kan punya peluang mempengaruhi kebijakan pemerintah. Masyarakat tentunya tidak ingin kebijakan pemerintah nantinya kembali merugikan kepentingan nasional seperti dulu-dulu,” tutup Enny.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca