Penyeragaman Penyebutan “Bapak Jokowi”, Mendagri Perlu Buat Surat Edaran

1
Surat Edaran Mendagri

Jakarta – Kementerian Dalam Negeri telah mengirimkan surat edaran kepada Kepala Daerah Tingkat I dan Tingkat II se Indonesia, tentang penyebutan nama Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Dalam Surat Edaran (SE) No.100/449/SJ yang ditandatangani Sekjend Dalam Negeri, Dr. Yuswandi A. Temenggung diatur penyebutan nama Presiden dalam setiap acara resmi maupun kunjungan kerja ke daerah. Dijelaskan dalam Surat Edaran tersebut bahwa penyeragaman sebutan nama presiden ini atas arahan Presiden.

Nama presiden yang disebut dan diseragamkan disetiap kegiatan resmi kenegaraan tersebut adalah Jokowi, tanpa ditambahi gelar Ir (Insinyur), Haji, ataupun nama sebenarnya Joko Widodo.

” YANG TERHORMAT, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,┬áBAPAK JOKOWI ” penyebutan yang tertulis di Surat Edaran tersebut.

Sebagaimana diketahui, selama ini Presiden Indonesia ketujuh ini dipanggil dengan berbagai sebutan. Ada yang menyebut nama lengkanya, Joko Widodo, dan ada juga dengan gelar lengkap Ir. H. Joko Widodo.

Alasan penyeragaman ini, karena Presiden ingin dipanggil secara sederhana sebagaimana namanya yang sudah populer dimasyarakat yaitu Jokowi. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran ini diharapkan seluruh instansi menggunakan sebutan yang sama untuk Presiden Indonesia.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca