Pengamat : Ide Direktorat Ayah Bunda Tidak Tepat Karena Pendidikan Tanggungjawab Negara

3
Ketua Pelaksana Kapal Perempuan, Missiyah

Jakarta – Pembentukan Direktorat Ayah Bunda dianggap sangat tidak tepat. Sebab, secara prinsip, orangtua seharusnya mempunyai prinsip kontrol terhadap anak mereka.

Ketua Pelaksana Kapal Perempuan, Missiyah merespons wacana pembentukan Direktorat Ayah Bunda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab negara kepada orang tua.

“Walaupun sebagian dan tidak semuanya. Seharusnya, negara total terhadap wajib belajar 12 tahun itu. Mereka (pemerintah) menyediakan semua instrumennya,” katanya di Jakarta, Selasa (03/01).

Dengan pembentukan Direktorat Ayah Bunda, lanjutnya, maka sebagian tanggung jawab pendidikan diletakkan ke tangan orangtua. Padahal, ungkapnya, secara tidak langsung terjadi privatisasi pendidikan dan mengalihkan tanggungjawab yang harusnya diemban oleh negara kepada masyarakat.

“Itu menisbikan UUD pasal 31 ayat 2 mengatakan pendidikan adalah tanggungjawab negara dan negara membiayai,” tegasnya.

Dia menambahkan, dibanding mengeluarkan wacana pembentukan Direktorat Ayah Bunda, lebih baik apabila pemerintah mendukung pembentukan serikat bagi para orangtua siswa. “Jadi, yang tepat, adalah mendorong adanya serikat-serikat orangtua,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini