Pemberlakuan Kurikulum Baru Jangan Tergesa-Gesa

0

Jakarta – Pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang saat akan memberlakukan kurikulum baru di tingkat pendidikan dasar dan menegah. Demikian disampaikan pengamat politik Populi Center Nico Harjanto merespons langkah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang beberapa waktu lalu telah menghentikan sementara penerapan kurikulum 2013.

Menurutnya, pemberlakuan kurikulum baru harus menunggu waktu yang tepat dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa. “Sampai yang bagus lah waktunya. Karena (pemberlakuan) kurikulum itu bukan yang mendesak untuk memperbaiki dunia pendidikan,” katanya.

Bahkan, dalam pengamatannya, beberapa sekolah yang tidak menerapkan kurikulum yang ditetapkan pemerintah pun tetap bisa menjalankan kegiatan belajar-mengajar dengan baik. Dia menyebut, beberapa sekolah dengan muatan kurikulum internasional maupun sekolah dengan muatan kurikulum lokal, seperti Taman Siswa bisa tetap mempertahankan mutunya. “Karena bagaimana pun juga, pendidikan harus dilihat dari hal yang sifatnya komprehensif,” jelasnya.

Nico menilai, penerapan kurikulum 2013 pada masa Menteri Pendidikan Nasional M. Nuh sangat terburu-buru. Padahal, ucapnya, penerapan kurikulum 2013 sangat kuat dengan kesan penyeragaman yang bisa mengancam semangat pluralisme yang ada di Indonesia. “Bukunya saja itu seragam, dari Sabang sampai Merauke. Saya kira itu mengaburkan makna Bhinneka Tunggal Ika,” bebernya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca