Newmont menolak bangun smelter dan ancam mem PHK 30.000 Karyawan

0

Truk Raksasa newmont

 

PT. Newmont Nusa Tenggara bersikukuh tidak akan membangun pabrik pengolahan mineral atau Smelter di Indonesia sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Mineral dan Batu bara (Minerba) No. 4 tahun 2009. Newmont beralasan bahwa tidak ada keharusan membangun Smelter dalam UU 4/2009 tersebut.

[ads2][ads1]

“Dalam UU sendiri tidak ada kewajiban (membangun smelter),” ujar Manager Community Relation Newmont Safarudin Jarot di Jakarta, Kamis (26/12).

Penolakan seperti yang dilakukan Newmont ini juga dilakukan oleh perusahaan tambang besar seperti PT. Freeport Indonesia. Pemerintah menyesalkan sikap ini, dan pemerintah tetap berkeinginan untuk melakukan hilirisasi di bidang Minerba. Dan sesuai dengan ketentuan UU 4/2009 maka per tanggal 12 january 2014 seluruh hasil tambang minerba tidak boleh lagi diexport mentah harus di olah di dalam negeri.

Sementara itu PT. Newmont dikhabarkan seiring dengan penerapan UU Minerba akan memecat karyawan operasional mereka sebanyak 30.000 orang secara langsung maupun tidak langsung, PT. Freeport akan melakukan PHK terhadap 100.000 Karyawan.

“Freeport 100.000 yang akan di PHK bersentuhan langsung dan tidak langsung. Newmont 30.000 itu langsung operasional. Belum lagi yang tidak terlibat langsung,” ucap Natsir Mansyur, Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan Daerah Tertinggal/Bulog Kadin, di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (19/12)

Menyikapi kondisi ini pemerintah sangat berhati hati dan mempertimbangkan segala sesautu nya, termasuk perihal akan adanya pemutusan hubungan kerja di perusahaan tambang tersebut.

“Di pemerintah sendiri masih berpikir akan ada dampak pengangguran, terutama di wilayah timur Indonesia, kan tambang banyak di sana. Itu gede lho,” kata Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (24/12).

Para pejabat bidang ekonomi dalam waktu dekat akan berkumpul di kantor wapres untuk merumuskan langkah langkah dan mengantisipiasi ancaman pemecatan karyawan tersebut.

“Pokoknya kita commit harus ada hilirisasi, sekarang bagaimana caranya supaya dampak negatifnya itu minimal, itu saja,” kata Bambang.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca