Nelayan Dengar Dentuman di Laut Sekitar Pangkalan Bun Saat AirAsia QZ-8501 Dinyatakan Hilang

2
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo

Jakarta – Sebuah informasi baru yang memberi harapan untuk ditemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ-8501, baru saja didapat malam ini, Senin (29/12).

Adalah Komandan Distrik Militer (Dandim) ‎1014 Pangkalan Bun, Letkol infantri Suparman menginformasikan kepada stasiun TV Swasta malam ini, Senin (29/12), bahwa dua orang nelayan mendengar dentuman keras di lepas pantai Kubu Kecamatan Puting, Pangkalan Bun pada hari Minggu (28/12) pagi.

Perkiraan waktu mendengarkan dentuman keras tersebut bersamaan dengan waktu hilang kontaknya pesawat QZ-8501, sekitar pukul 7,00 WIB.

Kedua orang nelayan, Fendi dan Rahmat, baru sore ini, Senin (29/12) melaporkan yang mereka lihat dan dengar tersebut kepada Dandim Pangkalan Bun. Hal ini dikarenakan mereka baru hari ini kembali dari melaut. Sementara jarak pantai kubu ke Pangkalan Bun sekitar 12 mil.

“Kedua nelayan baru pulang melaut di lepas pantai Kubu, dan hari ini pukul 17.00 sore, langsung melaporkan ‎pada kami,” jelas Letkol Suparman kepada pewarta TV melalui sambungan telpon

Fendi, mengaku melihat pesawat terbang cukup rendah pada minggu pagi. “Warna kepala putih, kemudian strip merah, saya lihat cukup rendah” jelasnya.

Sementara Rahmat yang pada saat kejadian sedang berada dipantai kubu, mendengarkan dentuman yang sangat keras berasal dari tengah laut.

“Saya lihat benda warna putih, seperti awan, trus ada dentuman keras, ya saya sedang di pantai, hanya suara‎ yang saya dengar. Sekitar pukul 7 pagi,” ungkap nya.

Informasi yang didapat ini langsung disampaikan kepada Kepala Basarnas Marsekal Madya F.H Bambang Soelistyo‎.

Bambang berjanji akan segera berkoordinasi dan merespon laporan yang disampaikan tersebut dan akan mengerahkan anggota Basarnas ke Pangkalan Bun.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca