M Nuh : Kurikulum 2013 Berbasis Akademis Bukan Politis

0

Mohammad Nuh

Surabaya – Prof. Mohammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menyatakan bahwa Kurikulum 2013 (K2013) tidak dapat begitu saja dirubah apalagi dihentikan penerapannya karena penyusunan Kurikulum 2013 berbasis pada kajian Akademis.

“Kurikulum 2013 itu berbasis akademik, bukan politik, sehingga kalau ada yang keberatan, maka kita berdebat secara akademik,” jelas Nuh kepada media di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/11).

Pernyataan ini disampaikan Nuh menyikapi berkembangnya wacana untuk menghentikan penerapan Kurikulum 2013 dan evaluasi yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru.

Nuh menyampaikan, Kurikulum 2013 sudah sejak awal dirancang memiliki roadmap dalam penerapannya termasuk evaluasi yang akan dilakukan secara berkala hingga penerapannya dapat benar-benar sempurna. Pelaksanaan evaluasi ada setiap tahun dan setiap siklus yang menyangkut aspek teknis pelaksanaan, substansi dan pelatihan.

“Setiap tahun ada evaluasi untuk perbaikan, kemudian ada evaluasi menyeluruh pada setiap siklus. Kita berhitung, ternyata kelas 1, 2, 3 itu tuntas pada 2016, maka saat itulah ada evaluasi sumatif atau evaluasi menyeluruh,” ungkap Nuh.

Nuh mencontohkan evaluasi dalam aspek pelaksanaan distribusi buku Kurikulum 2013. “Evaluasi pada teknik pelaksanaan itu misalnya evaluasi buku. Sebelumnya, evaluasi dalam buku itu buku yang semula dikirim ke sekolah, maka akan dialihkan ke kabupaten/kota dan akhirnya diteruskan ke sekolah,” katanya.

Banyak juga masukan dari berbagai kalangan dalam pelaksanaan distribusi buku. “Misal ada kabupaten/kota yang ingin cetak sendiri, ada yang minta lewat LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Ada yang ingin pengadaan sendiri,” jelas Nuh (Antara)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca