Ketimbang Jadi TKI, Khofifah Harap Pemuda Bekerja di Agrobisnis Mencontoh WNA di Malang

0
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mengunjungi RPTC Jakarta

Jakarta – Kementerian Sosial berharap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang ingin mengadu nasib di luar negeri mencontoh keberhasilan warga negara asal Korea Selatan dan Taiwan yang berhasil bercocok tanam di sebuah daerah perkebunan di Malang, Jawa Timur.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, di sebuah dataran tinggi di Malang, Jawa Timur, beberapa pemuda yang usianya antara 22-25 tahun dari negara Korea Selatan dan Taiwan tertarik bekerja di sektor perkebunan di Indonesia dan berhasil memproduksi buah-buahan untuk pangsa ekspor.

“Anak-anak muda itu dari luar negeri mau bercocok tanam di dataran tinggi di Malang. Dan kita cek di (Bandara) Juanda mereka telah ekspor sangat tinggi sekali nilainya,” katanya di Jakarta, Jumat (26/12).

Menurutnya, kisah sukses para pekerja asal Korsel dan Taiwan di daerah Malang itu patut dianggap sebagai hasil kerja yang luar biasa. Oleh karena itu, dia berharap, para pemuda di berbagai provinsi di Indonesia bisa kembali tertarik bekerja di sektor agrobisnis, ketimbang menjadi TKI di luar negeri.

Kementerian Sosial sendiri, lanjutnya, pada bulan Februari 2015 mendatang berencana menyampaikan program penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan model baru. Salah satunya dengan cara memberikan pelatihan di sektor perkebunan sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing.

“Tapi, basis mereka yang di luar Jawa yang punya lahan tidur, itu nanti diexercise. Dengan bibit dan pola tanam untuk di luar Jawa,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat ini minat warga negara Indonesia untuk bekerja menjadi TKI di luar negeri masih sangat tinggi. Baru-baru ini, pemerintah sudah memulangkan sebanyak 703 orang TKI bermasalah dari luar negeri. Permasalahan yang didapatkan TKI antara lain bekerja secara ilegal di luar negeri dan izin bekerja yang sudah kadaluarsa.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca