Jangan gampang MOGOK !

0

dokter-indonesia

[ads1]

Semoga rekan2 dokter berjiwa “Ibnu Sina” di MER-C dan Bulan Sabit Merah tidak ikut2an mogok.

wahai para dokter, anda memang bukan malaikat apalagi Tuhan
anda manusia biasa yg tak luput dari khilaf
tetapi anda juga manusia yang diberi kelebihan dibandingkan manusia lain
anda adalah salah satu manusia pilihan, sekolahnya juga mahal kan bayarnya.

Sebagaimana kami di profesi yg lain, spt notaris, dosen, insinyur, dll, kita adalah manusia pilihan, manusia yang diberi kelebihan ilmu dan intelektualitas dibanding yang lain dan insya allah juga diberikan kelebihan rizki.

Kedzaliman dan ketidakadilan yang mungkin kita rasakan dalam apapun profesi kita ..tidaklah sebanding dengan TANGGUNG JAWAB atas KEILMUAN yang kita miliki. Apalagi ketika itu menyangkut keselamatan orang lain.

Dokter, Insinyur, Notaris, Dosen, dll adalah orang2 pilihan , orang yang diberi kesempatan dan kemampuan oleh TUHAN untuk menyelesaikan masalahnya dengan cara2 yg lebih santun, bermartabat dan penuh intelektualitas.

Kalo mogok ?….hmmmm apa bedanya dengan yang tidak diberi kelebihan ilmu dan rizki

Fadjar Hutomo

Pemerhati keuangan dan bisnis personal | penikmat alam & olahraga | venture capitalist | financial planner

Latest posts by Fadjar Hutomo (see all)

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

  1. Kenapa harus dengan cara Mogok?

    Apa salah para pasien, calon pasien dan semua yang membutuhkan pengobatan dan perawatan?
    APa demikian sumpah dokter? Yang katanya mendahulukan keselamatan pasien

    Kenapa pasien yang dikorbankan?
    Kenapa bukan pemerintah?
    Kenapa Bukan para pengadil?
    Kenapa Bukan pembuat undang2x?
    Kenapa pasiean yang dikorbankan?

    Apa ada pilihan bagi para pasien, Jika para dokter Mogok? Apa kesehatan dan nyawa pasien lebih tidak berharga dibanding persoalan tsb?

    Apa para dokter tidak tahu, bahwa para pasien sangat tergantung pada para dokter?

    Kenapa harus mogok? dan memilih menjadikan pasiean sebagai Korban persoalan ini?

    Bukankah dokter itu orang orang pilihan, yang memiliki segala kemuliaan jadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menyelamatkan orang?

  2. Kenapa harus dengan cara Mogok?

    Apa salah para pasien, calon pasien dan semua yang membutuhkan pengobatan dan perawatan?
    APa demikian sumpah dokter? Yang katanya mendahulukan keselamatan pasien

    Kenapa pasien yang dikorbankan?
    Kenapa bukan pemerintah?
    Kenapa Bukan para pengadil?
    Kenapa Bukan pembuat undang2x?
    Kenapa pasiean yang dikorbankan?

    Apa ada pilihan bagi para pasien, Jika para dokter Mogok? Apa kesehatan dan nyawa pasien lebih tidak berharga dibanding persoalan tsb?

    Apa para dokter tidak tahu, bahwa para pasien sangat tergantung pada para dokter?

    Kenapa harus mogok? dan memilih menjadikan pasiean sebagai Korban persoalan ini?

    Bukankah dokter itu orang orang pilihan, yang memiliki segala kemuliaan jadi kepanjangan tangan Tuhan untuk menyelamatkan orang?

Tanggapan Pembaca