Hingga 4 Januari, Operasi Pencarian Dan Evakuasi QZ 8501 Dihadang Tingginya Gelombang Laut

1
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F.H. Bambang Soelistyo

Jakarta – Cuaca menjadi salah satu kesulitan utama yang dihadapi oleh tim gabungan Badan SAR Nasional dalam operasi pencarian dan evakuasi jenazah penumpang dan pesawat Air Asia QZ 8501.

Kepala Badan SAR Nasional Mayor Jenderal TNI FH Bambang Soelistyo mengungkapkan, pada operasi pencarian dan evakuasi hari kelima pesawat QZ 8501 kondisi cuaca bersahabat ditemui oleh tim gabungan Basarnas.

Gelombang laut di sekitar area pencarian dan evakuasi pesawat yang posisinya berada di antara laut Jawa dan selat Karimata itu mencapai batas ketinggian antara 3 sampai 4 meter.

Menurutnya, berdasarkan prediksi cuaca BMKG, dalam beberapa hari ke depan tim gabungan Basarnas tetap akan dihadang tingginya gelombang laut antara tiga sampai empat meter di sekitar area pencarian dan evakuasi.

“Jadi kondisi gelombang ini, masih harus kita hadapi setidaknya sampai dengan tanggal 4 Januari,” katanya di kantor pusat Basarnas di Jakarta, Kamis (01/01).

Namun demikian, dia menegaskan, di tengah tingginya kondisi gelombang laut itu, Basarnas akan tetap berupaya melakukan proses pencarian dan evakuasi dengan sejumlah personil dan peralatan yang dimiliki. “Saya berharap kita masih mendapatkan hasil, meskipun tidak maksimal dengan keadaan seperti itu,” lanjutnya.

Dalam operasi pencarian dan evakuasi hari kelima, tim gabungan Basarnas berhasil mengevakuasi dua jenazah penumpang pesawat dari atas permukaan laut. Namun demikian, hanya satu jenazah yang berhasil dibawa ke Pangkalan Bun.

Bambang menjelaskan, helikopter yang rencananya mengangkut kedua jenazah itu dihadang oleh cuaca buruk. “Kenapa hanya bisa ambil satu. Karena heli tidak bisa mendarat. Sehingga jenazah yang satu itu harus dibawa dengan tali. Dan mereka harus segera pergi karena cuaca buruk menghadang.” ucapnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca