Hartoyo, Gay Yang Sebut LGBT bukan Penyakit

35
Hartoyo pengidap penyimpangan seksual, Gay.

JAKARTA – Hartoyo, seorang pengidap perilaku penyimpangan seksual, Gay, meyakini bahwa perilaku dia dan temannya bukanlah bukanlah sebuah penyakit. Hal ini disampaikan Hartoyo dalam sebuah acara yang disiarkan oleh salah satu TV Swasta Nasional.

“Kita juga mengedukasi masyarakat bahwa LGBT itu bukan penyakit. Misalnya ilmu kedokteran dan ilmu psikologi, ini ada buku dan dokumennya, yang menyatakan bahwa LGBT itu bukan penyakit sehingga tidak perlu diobatin,” kata Hartoyo.

Pendapat Hartoyo, yang juga adalah aktivis LGBT Indonesia tersebut, langsung dibantah oleh wakil Seksi Religi, Spiritualitas dan Psikiatri dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kejiwaan Indonesia/PDSKJI, Dr. dr. Fidiansjah, Sp.KJ., M.P., ia menyatakan Hartoyo salah mengutip dan tak lengkap dalam menggunakan referensi PPDGJ (Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa)/

“Mohon maaf, buku yang dipakai itu buku saku Pak, kalau buku kami, text book-nya tebel begini Pak. Sama-sama membahas LGBT, tapi ini yang lengkap,” ungkap Fidiansjah.

“Silahkan dibuka halaman 288, 280 dan 279. Persis kalimatnya ada. Ini adalah masih sebuah gangguan,” jelasnya.

“Gangguan psikologis dan perkembangan yang berhubungan dengan orientasi seksual adalah homoseksualitas, biseksualitas. Lalu juga yang dikaitkan dengan transeksualitas juga sama,” kata Firdiansyah.

Dr. Fidiansjah dalam paparannya tegas menyatakan apa yang dialami Hartoyo sebagai seorang yang menyukai sesama laki-laki, adalah penyimpangan seksual, dan merupakan penyakit. Dan secara ilmu kedokteran dapat disembuhkan.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca