Hanya Tim DVI Polda Jatim Yang Berhak Informasikan Identitas Penumpang QZ 8501

0
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F.H Bambang Soelistyo

Jakarta – Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo khawatir beberapa hari ke depan akan terjadi berbagai kesimpang-siuran informasi menyangkut identitas jenazah penumpang pesawat QZ 8501 yang berhasil diidentifikasi oleh tim DVI (Disaster Victim Investigation) di Surabaya, Jawa Timur.

Oleh karena itu, dia menyatakan, nantinya yang berhak mengeluarkan informasi menyangkut identitas jenazah penumpang hanyalah tim DVI yang berasal dari Polda Jawa Timur.

“Saya tetapkan hari ini, yang berhak untuk menyampaikan identitas korban yang sudah selesai dilaksanakan proses di DVI, saya serahkan ke posko DVI di Polda Jatim,” katanya di kantor Basarnas di Jakarta, Kamis (01/01).

Sejauh ini, setidaknya ada tiga posko yang menangani proses penanganan terhadap jenazah penumpang pesawat Air Asia QZ 8501. Kantor pusat Basarnas di Jakarta menjadi posko koordinasi, sedangkan posko taktis Basarnas berada di pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Adapun posko DVI di Surabaya, Jawa Timur, hanya menangani hal yang berkaitan dengan proses identifikasi jenazah penumpang.

Bambang berharap, kehadiran posko DVI di Jawa Timur itu bisa mengurangi informasi yang simpang siur mengenai identitas jenazah yang sudah berhasil dievakuasi. Dia menegaskan, meskipun Basarnas mendapatkan informasi mengenai identitas jenazah yang sudah diidentifikasi, dirinya tidak akan membuka informasi tersebut kepada publik.

Selain itu, dia menambahkan, Posko koordinasi di Basarnas Pusat dan posko taktis di Pangkalan Bun, hanya akan memberikan informasi terkait jumlah temuan jenazah maupun barang-barang di sekitar area pencarian dan evakuasi.

“Mengenai posko Basarnas di pusat maupun di Pangkalan Bun, hanya memberitahukan jenazah dan barang-barang yang sudah terkonfirmasi,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca