Gubernur BI: Pelemahan Rupiah Hanya Sementar

0

rupiahJAKARTA — Tekanan nilai tukar rupiah pasca kenaikan BI Rate, hanyalah bersifat sementara, sebagai akibat dipengaruhi faktor eksternal dan internal.

“Memang ada pengaruh langsung atas melemahnya rupiah terhadap nilai tukar dolar AS yang menyentuh Rp11.600, hanyalah sementara,” tutur Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo sela-sela acara pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (GRES), di Silang Monas, Minggu (17/11).

Pasalnya lagi, pengaruh internal tidak seberapa besarnya dibanding eksternal. Lagipula sudah ada perbaikan, diantaranya dari sisi transaksi berjalan yang sudah sedikit membaik.

Untuk ini BI mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit) menyusut menjadi 8,4 miliar dolar AS atau 3,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 9,9 miliar dolar AS atau 4,4 persen dari PDB.

Selain itu adanya kecenderungan negara-negara maju, sudah lebih baik ekonominya, sedangkan dari negara-negara berkembang termasuk China, India cenderung menurun pertumbuhan ekonominya. “Kondisi itu yang banyak berpengaruh terhadap kondisi nilai tukar rupiah,” imbuh Agus.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca