Enam WNI Yang Hilang di Turki, Masih Terdaftar Sebagai Warga Gajahan Solo

4
Priyono, ketua RT O4, Gajahan, Pasar Kliwon

Solo – Enam dari 16 Warga Negara Indonesia (WNI) yang hilang misterius di Turki beberapa waktu lalu, ternyata pernah tinggal di Kota Solo. Mereka tercatat di kampung Gajahan Rt 04 Rw 10 Pasar Kliwon, Solo.

Keenam orang tersebut satu keluarga terdiri dari suami – istri dan anak-anaknya serta satu orang lagi kakak kandung dari kepala keluarga. Mereka adalah Hafid Umar Babher (kepala keluarga), Soraiyah Chilid (istri), Hamzah Hafid (anak), Utsman Hafid (anak), dan Athika Hafid (anak) dan Fauzi Umar yang merupakan kakak dari Hafid Umar.

Menurut keterangan ketua RT O4, Gajahan, Pasar Kliwon, Priyono, keluarga tersebut pernah tinggal di daerahnya. Priyono mengakui sering bertemu dengan Hafid dan Fauzi Umar. Terakhir bertemu pada tahun 2010 silam.

“Terakhir ketemu sekitar tahun 2010, entah sekarang tinggal dimana saya tidak tahu. Namun yang jelas secara administrasi, mereka masih terdaftar warga Gajahan, Pasar Kliwon,” ujar Priyono saat ditemui wartawan, Minggu (9/3) siang.

Priyono juga menjelaskan bahwa keluarga tersebut tidak tinggal di rumah mereka sendiri, melainkan mengontrak rumah milik salah seorang warga Semarang.

“Akhir-akhir ini banyak orang mencari tahu tentang siapa Hafid dan Fauzi, baik dari kalangan media maupun pihak kepolisian. Mengenai kabar hilang di Turki, saya sudah tahu dari televisi, namun terkait kepastian hilang atau tidaknya saya tidak tahu,” katanya.

Sementara itu keluarga besar Hafid Umar Babher dan Fauzi Umar mau angkat bicara didepan wartawan setelah banyak media mencoba meminta klarifikiasi atas berita hilangnya keluarga mereka.

Kakak kandung kedua orang tersebut, Muhammad Arif membenarkan jika enam dari 16 WNI yang melepaskan diri dari rombongan sewaktu berada di Turki itu memang keluarga besarnya.

“Itu memang keluarga kami, kami tak mengetahui jika mereka berada di negara Turki. Karena sepengetahuan kami, mereka bakal berada di Abu Dhabi untuk menemui salah seorang keluarga yang berada di sama,” ujar Muhammad Arif, saat mengadakan jumpa pers di Universitas Muhamaadiyah Solo (UMS), Senin (9/3).

Ia menerangkan, bahwa kepergian mereka untuk sekedar berwisata bersama dan tak ada niat lainya. Bahkan, dia mengakui sempat dihubungi oleh Fauzi pada tanggal 27 Februari lalu.

“Dalam pembicaraan itu terputus-putus, karena saya berada di jalan. Ketika kami melihat nomer yang digunakan Fauzi merupakan nomor Turki. Namun ketika kami mencoba menghubunginya kembali, selalu tidak bisa, sampai saat ini,” jelasnya.

Muhammad Arif (dua dari kirir) dari pihak keluarga memberikan keterangan pers
Muhammad Arif (dua dari kirir) dari pihak keluarga memberikan keterangan pers

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini