Dua Jenazah Penumpang Air Asia QZ-8510 Diterbangkan ke Surabaya

1
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F.H Bambang Soelistyo

Jakarta – Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengungkapkan, dua dari tujuh jenazah korban pesawat Air Asia QZ 8501 yang berhasil dievakuasi oleh Basarnas sedang dalam proses perjalanan dari Pangkalan TNI AU di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ke Surabaya, Jawa Timur, melalui jalur udara.

“Saat ini dua jenazah sudah dibawa oleh pesawat Boeing dari pangkalan Bun ke Surabaya,” katanya saat menyampaikan informasi terkini mengenai proses evakuasi korban Q 8501 di kantor pusat Basarnas di kemayoran, Jakarta, Rabu (31/12).

Dia menyatakan, lima jenazah lainnya masih berada di atas kapal untuk proses evakuasi ke Pangkalan Bun dengan menggunakan helikopter. Saat ini Basarnas mencoba memuat kelima jenazah yang sebelumnya berada di dua kapal terpisah ke dalam satu kapal.

“Sambil menunggu, heli bisa terbang dengan kondisi limit saftey. Selama menunggu, kapal yang dua tadi diperintahkan ke arah teluk pantai untuk mempersingkat waktu,” jelasnya.

Sejauh ini, temuan jasad korban pesawat QZ 8510 yang dilakukan oleh Basarnas berjumlah 7 jenazah. Bambang menambahkan, dalam beberapa waktu ke depan pesawat yang membawa dua jenazah akan segera mendarat di Surabaya untuk dilakukan proses identifikasi.

Basarnas membantah bahwa sudah dilakukan proses identifikasi terhadap tiga dari tujuh jenazah korban pesawat segera setelah dievakuasi. Menurutnya, kemungkinan proses identifikasi yang dimaksud hanyalah mengenali korban melalui pakaian dan kelengkapan di jasad korban yang mudah dikenali.

“Tapi, otoritas untuk bicara ini adalah DDI,” tutupnya.

Sementara itu  Direktur Operasi Basarnas Mayjen TNI Tatang Zaenudin mengungkapkan, tiga jenazah ditemukan oleh tim Basarnas selasa kemarin. Sedangkan tiga lainnya ditemukan oleh KRI Yos Sudarso dalam operasi yang dilakukan oleh tim Basarnas pada pagi tadi. Dan siang ini ditemukan lagi satu jenazah oleh tim Gabungan di perairan lepas pantai Pangkalan Bun.

Dia juga menampik mengenai beredarnya informasi Basarnas sudah menemukan 40 jenazah korban dalam proses evakuasi yang dilakukan kemarin.

Menurutnya, kebenaran informasi mengenai jumlah temuan korban dalam proses evakuasi yang valid adalah yang berasal dari pihak Basarnas. “Kalau informasi (evakuasi), dari Basarnas itu yang paling benar,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca