Di Surabaya, Minimarket Masih Berjualan Minuman Beralkohol Dengan Bebas

1
Minumal Beralkohol yang dipajang disuatu minimarket di Surabaya

Surabaya – Penjualan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol) masih mudah ditemui di kota Surabaya. Penjualan minol ini dengan mudah dapat ditemukan di toko modren atau minimarket yang tersebar hingga ke perkampungan.

Seperti yang ditemui siang ini, Rabu (24/12), oleh Nurfatoni Mohammad, seorang pelanggan sebuah jaringan toko modren dengan inisial A di kawasan Lakarstantri Made, Surabaya. Saat ingin melakukan pembayaran di kasir, Nur mendapati minimarket tersebut memajang minuman beralkohol kategori A (alkohol sampai 5%).

Nur kemudian mengambil foto minol dengan merk cukup ternama tersebut dan mengunggahnya ke akun Facebook, miliknya (disini).  Dari statusnya Nur tampaknya cukup kecewa, kenapa masih mudah menemukan minol di Surabaya dan terkesan meningkat penjulannnya menjelang akhir tahun. Teman-teman Nur memberikan respon kecewa yang sama

“Saya hanya sempat ambil foto nya, dan minimarket tersebut berjualan minuman keras dilokasi yang jaraknya sekitar 300 meter dari sebuah sekolah (MTSN 2) dan ada Mushola juga dekat sana,” jelas Nur melalui pesan yang diterima Redaksi Fren247, saat kami mencoba mengkonfirmasi foto tersebut,

Saat redaksi Fren247 mencoba menghubungi Minimarket A tersebut di nomor seluler yang kami peroleh dari Nur di 081584038XXX, diterima oleh pria dengan nama Bambang. Ia adalah kepala toko Minmarket tersebut.

“Yang saya tahu kami memiliki izin menjual, Untuk surat izin ada di kantor pusat, bisa dicek kesana,” jawab Bambang saat kami menanyakan pertelpon apakah memiliki izin menjual minol tersebut.

Dari keterangan yang diberikan oleh Bambang, seluruh petugas di Minimarket tersebut sudah mengetahui bahwa minol tersebut tidak boleh dijual untuk anak yang belum berusia dibawah 21 tahun. Namun diakui tidak pernah meminta identitas berupa KTP untuk memastikan usia pembeli Minol di outletnya.

“Kami hanya melihat dari fisik saja, sudah bisa diketahui koq, dan kami tidak jual ke anak-anak bawah umur, tidak bisa lah setiap pembeli kami minta KTP,” jelas Bambang yang sudah 2 tahun bekerja di minimarket tersebut.

Sebagai informasi, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 74 tahun 2013 Tentang Pengendalian Minumal Beralkohol. Dalam PP tersebut tidak sembarang perusahaan bisa menjual minuman keras. Juga tidak sembarang lokasi bisa menjadi tempat menjajakan minuman beralkohol.

Dalam peraturan Menteri Perdagangan No. 20/M-DAG/PER/2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol, diatur ketentuan penjualan minol dengan ketat. Di pasal 15 dengan tegas diatur bahwa penjualan minol hanya boleh dilakukan kepada konsumen yang telah berusia 21 tahun keatas dan dibuktikan dengan menunjukan identitas diri atau KTP kepada Penjaga Toko/Pramuniaga.

Pasal lainnya di Permendag tersebut adalah kewajiban Pengecer Minol kategori A memiliki izin Surat Keterangan Pengecer A (SKP-A) yang dikeluarkan oleh Bupati/Walikota untuk masing-masing outletnya (pasal 19 ayat 2).

Dalam pasal lain disebutkan minol harus dipajang ditempat khusus tidak boleh ditempatkan bersamaan dengan produk lain (pasal 16 ayat 1). Sementara Pembeli minol tidak dibenarkan mengambil langsung tapi harus dilayani oleh Pejaga Toko/Pramuniaga (pasal 16 ayat 3).

Permendag ini juga mengatur lokasi tertentu yang tidak dizinkan berdiri toko penjual atau pengecer minol, seperti yang berdekatan dengan sekolah, tempat ibadah, gelanggang olah raga, kaki lima, warung warung rakyat dan lainnya.

Di Surabaya pada mei 2014 sempat disahkan Raperda pengaturan minol, yang dengan tegas melarang penjualan minol di toko modren, minimarket, hypermarket yang ada di Surabaya. Namun reperda tersebut saat ini dikembalikan oleh Gubernur Jawa Timur untuk diperbaiki karena bertentangan dangan PP 74 tahun 2013 dan Permendag No. 20/M-DAG/PER/2014, yang memberi izin dengan pengendalian toko modren, minimarket, hypermarket dan toko pengecer menjual minol.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca