Delapan Jenazah Masih Dalam Proses Evakuasi ke Pangkalan Bun

0
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, memberikan keterangan pers, Jumat (2/1)

Jakarta – Tim gabungan Basarnas terus melakukan proses pencarian dan evakuasi terhadap jenazah penumpang dan pesawat QZ 8501. Berdasarkan konfirmasi Basarnas hingga Jumat petang, setidaknya sudah 30 jenazah penumpang yang berhasil dievakuasi hingga pencarian hari ini.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menyampaikan dari 30 jenazah tersebut, 22 diantaranya sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas.
“Hasil sampai detik ini yang sudah saya konfirmasi, jumlahnya 30 jenazah,” katanya di kantor pusat Basarnas di Jakarta, Jumat (02/01).

Dia menyatakan, hingga saat ini sudah 8 jenazah yang sudah berhasil diterbangkan oleh tim gabungan Basarnas ke Surabaya, Jawa Timur. Sementara, 10 jenazah lainnya masih dalam proses penerbangan ke Surabaya. Adapun, 4 jenazah masih berada di landasan udara TNI AU di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Bambang menambahkan 8 jenazah lain masih berada diatas kapal dan dalam proses evakuasi ke Pangkalan Bun. Dari delapan jenazah tersebut, tujuh jenazah berada di KRI Bung Tomo dan satu jenazah berada di Kapal Diraja Pahang milik Malaysia.

Menurutnya, tim gabungan Basarnas masih terus berjuang untuk melakukan evakuasi atas kedelapan jenazah tersebut menuju ke Pangkalan Bun. “Detik ini belum berhasil, tapi kedelapan jenazah sudah berada di atas kapal,” ucapnya.

Sementara itu tingginya gelombang di sekitar lokasi pencarian menjadi salah satu hambatan yang dihadapi oleh tim gabungan Basarbas dalam proses evakuasi.

Untuk memudahkan proses evakuasi ke Pangkalan Bun, tim gabungan Basarnas mulai mengoperasikan kapal tunda yang berasal dari bantuan SKK Migas.

Bambang mengungkapkan, meskipun berdasarkan indikator cuaca ketinggian ombak berkisar antara tiga sampai empat meter, namun kondisi di lapangan menunjukkan gelombang laut bisa mencapai hingga lima meter.

“Tapi di sana pada kenyataannya ada bagian yang tingginya sampai 5 meter sehingga sulit mentransfer jenazah dari kapal ke kapal,” katanya di kantor pusat Basarnas di Jakarta, Jumat (02/01).

Menurutnya, untuk mengatasi tingginya gelombang di sekitar perairan tersebut, malam ini sebuah kapal tunda bantuan SKK Migas mulai masuk ke area operasi pencarian dan evakuasi. Kapal tunda tersebut diharapkan bisa mendukung operasi evakuasi jenazah menuju ke Pangkalan Bun. “Sehingga, dengan kapal ini bisa memindahkan (jenazah) dari kapal ke kapal dan mentransfer ke helikopter kita,” lanjutnya.

Dia menambahkan, tim gabungan Basarnas juga memanfaatkan kehadiran dua kapal Tangker untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi. “Tujuan saya menghadirkan kapal tangker, saya tidak ingin kehilangan semua objek di area mission area , yang ditinggalkan oleh kita, karena kekurangan bahan bekal,” tegasnya.

Dua kapal tangker tersebut terdiri dari sebuah kapal tangker milik SKK Migas dan Kapal Republik Indonesia (KRI) Sungai Gerong.

Bambang menyampaikan, SKK Migas juga memberikan bantuan yang diberikan sebanyak 5000 kiloton bahan bakar minyak. “Sehingga ketika bekal ulang, terutama pengisian bahan bakar, mereka (kapal yang berada di lokasi) tidak meninggalkan area,” ucapnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca