Dana Remunerasi Polri Akan Naik Pada Tahun 2015

3

Jakarta – Asisten Kepala Kepolisian Republik Indonesia Bidang Perencanaan Umum dan Pengembangan (Asrena) Polri Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian‎ mengatakan standar pendidikan bagi calon-calon polisi harus disamakan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Selain itu di tahun 2015 mendatang, akan ada kenaikan gaji tunjangan (remunerasi) bagi TNI-Polri yang diberlakukan tahun depan.

“Hal itu akan disesuaikan, jadi karena ada Tamtama tidak masuk grade, polisi banyak Bintara, Tamtama dihitung grade 2 sampai 5. Selama ini kan remunerasi Perwira, sama kayak Bintara TNI, ada penyesuaian jadi sama. Tahun depan rememurasi perwira Polri sama TNI,” katanya usai menghadiri acara Diskusi Publik bertema Launching Pusat Kajian Keamanan Nasional dan Seminar Keamanan Nasional di Graha Purna Wira, Jakarta, Senin (8/12).

Terkait angka kenaikan remunerasi tersebut, Tito mengaku ada kenaikan sedikit namun dia lupa datanya. Remunerasi itu akan diberlakukan sampai pangkat Komisaris Besar Polisi saja.

“Bintara naik Rp.500 ribu, naik sedikit, saya lupa datanya. Dengan adanya remunerasi yang disesuaikan, Polri sama kayak TNI,‎ remunerasi tersebut sampai kombes saja,‎” ujarnya.

Tito menjelaskan bahwa Polri telah mengusulkan anggaran untuk Polri ditambah menjadi Rp.67 triliun per tiga tahun. Namun yang disetujui‎ sebesar Rp.51,6 triliun..

“Kami usulkan Rp.67 triliun, yang disetujui Rp.51,6 triliun. Disetujui bukan pengajuan tapi 3 tahun berturut-turut.‎ Wajar tanpa pengecualian dan‎ Polri penghargaan mampu tinjau keuangan, jadi yang diajukan dipenuhi cukup signifikan. Anggaran itu akan cair Januari mendatang,” jelas Tito.‎

‎Dia juga mengatakan bahwa sekitar 62 persen dari anggaran Polri sebesar Rp.51,7 triliun habis untuk belanja pegawai sebesar Rp.31 t‎riliun per tiga tahun. Selain itu sebesar Rp.13 triliun yang merupakan 28 persen dipakai untuk belanja barang‎.

“Belanja modal Rp.6 triliun sebesar 10 persen.Belanja barang naik, perlengkapan baju, Bahan Bakar Minyak (BBM), peralatan, alat mobil motor, anggaran pemeliharan, ‎jilbab Rp.600 juta. Anggota baru sekitar 20 ribu.Belanja pegawai naik dan jumlah polisi naik serta remunerasi,” ‎katanya.

Selain itu, anggaran juga tersedot untuk pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Menurutnya, hal itu bagian dari modal bagi Polri untuk menjalankan tugas.

“Alutsista itu modal, alat matrial khusus namanya, baju anti peluru, Pengendalian Masyarakat (Dalmas), motor Bintara Pembina Desa (Babinsa), alat tranportasi, komunikasi dan alat analisis,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan anggaran Polri itu salah satu nya dari Pinjaman Dalam Negeri (PDM). Selain itu Bank lokal pun ikut membantu Polri dalam pengadaan barang membeli produk lokal guna mendorong produksi dalam negeri.

“Anggaran dari PDM sebesar Rp.500 miiar. Bank lokal dorong produksi dalam negeri, Polri wajib belanja di dalam negeri,‎ luar negeri dipakai teknologi, 30 persen sama dalam negeri,” ungkap Tito.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca