Buruh Migran Tagih Janji Jokowi

1
Konferensi Pers Jaringan Buruh Migran Indonesia

Jakarta – Buruh migran menagih janji pemerintahan Joko Widodo untuk melindungi buruh migran dan tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Koordinator Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI), Marjenab, mengungkapkan buruh migran menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena pada masa pencapresan, Jokowi pernah menjanjikan akan melindungi buruh migran dalam kampanyenya.

“Kenapa tagih janji Jokowi? Sebelum dilantik sebagai Presiden, Jokowi berkoar-koar melindungi buruh migran dan keluarganya. Namun sampai hari ini kondisinya masih jauh dari yang kita rasakan,” katanya dalam konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Jakarta, Rabu (17/12).

Menurutnya, saat ini masih banyak terjadi penindasan dan penganiayaan buruh migran di luar negeri, terutama mereka yang bekerja di sektor rumah tangga (PRT). Sehingga, dia menilai, janji Jokowi yang akan melindungi buruh migran tidak ubahnya sebuah pepesan kosong sebelum dilantik jadi Presiden.

“Saat ini pemerintah semakin abai terhadap rakyatnya sehingga bekerja di luar negeri. Tidak jarang di luar negeri mendapatkan kekerasan,” pungkasnya.

Bahkan, lanjutnya, di dalam negeri masih banyak kasus di mana terjadi kekerasan terhadap buruh migran yang bekerja di sektor rumah tangga seperti terjadi Jakarta dan Medan. Pada beberapa kasus, terjadi kekerasan dalam bentuk mutilasi.

“Belum lagi di timur tengah dan negara penempatan lainnya, pemerintah masih segan menegaskan konvensi 1990 dimana pemerintah harus melindungi buruh migran dan keluarganya,” tegasnya.

Setidaknya ada 63 kasus kekerasan terhadap buruh migran yang ditangani JBMI pada tahun 2014. Oleh karena itu, JBMI mendesak pemerintah untuk melindungi buruh migran. Antara lain dengan membuat UU tentang perlindungan buruh migran dan keluarganya sesuai dengan Konvensi PBB tahun 1990. “Pemerintah juga harus meratifikasi Konvensi ILO 189 tentang upah layak dan jam kerja yang layak bagi PRT,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

1 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca