BI Lempar Nilai Tukar ke Mekanisme Pasar

1

rupiahTren pelemahan nilai tukar rupiah kembali berlanjut.

Hingga penutupan perdagangan di spot antarbank, Senin (11/11), rupiah ditutup turun 150 poin ke level Rp11.563/US$.

Sementara sesuai kurs tengah Bank Indonesia, nilai tukar juga bergerak negatif. Rupiah melemah 82 poin ke level Rp11.486/US$.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan bahwa, nilai tukar rupiah saat ini merupakan cerminan pasar. Sebab, Bank Indonesia melepaskan pergerakannya pada mekanisme suplai dan demand.

“BI tidak ada intervensi lagi di pasar keuangan. Ini juga menjadi alasan kenapa cadangan devisa kita bisa naik,” ujar Chatib di Jakarta, Senin (11/11/2013). Sesuai data BI, cadangan devisa nasional naik dari US$95 miliar pada September 2013 menjadi US$97 miliar pada Oktober 2013.

Posisi nilai tukar saat ini, lanjut dia, merupakan cerminan kondisi perekonomian baik internal maupun eksternal. Dari internal, Indonesia masih mengalami persoalan defisit transaksi berjalan yang diakibatkan belum membaiknya kinerja perdagangan nasional. Sedangkan sisi eksternal, kekhawatiran rencana pengurangan stimulus ekonomi Amerika Serikat oleh The Federal Reserves (The Fed).

“Kalau hari ini riah kembali melemah, pelaku usaha tentu sudah tahu penyebabnya. Kalau masih dalam pergerakan Rp11.000-11.500/US$ ya tidak perlu khawatir,” tandasnya. (Daniel Wesly Rudolf)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca