Basarnas Bantah Penggunaan Kapal AS Lebih Efektif Dalam Proses Evakuasi Korban QZ 8501

1
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, memberikan leterangnan pers, Sabtu (3/1)

Jakarta – Badan SAR Nasional (Basarnas) membantah pernyataan yang menyebutkan penggunaan armada kapal Amerika Serikat lebih efektif dalam melakukan pencarian dan evakuasi korban dan pesawat QZ 8501.

Salah satu armada kapal yang membantu proses pencarian dan evakuasi pesawat Air Asia QZ 8501 adalah kapal USS Samson milik Amerika Serikat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menepis pernyataan bahwa kapal Amerika Serikat lebih berkontribusi dalam evakuasi korban pesawat QZ 8501.

“Pernyataan seperti ini membuat polemik. Semua unsur punya peran dan fungsi yang sama,” katanya di kantor pusat Basarnas di Jakarta, Sabtu (03/01).

Menurutnya, untuk kepentingan efektivitas, Badan SAR Nasional sudah menginstruksikan kapal tanker milik SKK Migas dan KRI Sungai Gerong untuk masuk ke area pencarian dan evakuasi korban dan pesawat Air Asia QZ 8501.

“Kemarin saya sampaikan, tangker itu perannya adalah untuk memberikan kesediaan bahan bakar, sehingga mereka (kapal di lokasi) tidak keluar area terlalu jauh hanya untuk ngisi bahan bakar,” tandasnya.

Sebagai informasi, hingga pagi tadi sudah 30 jasad korban penumpang Air Asia yang berhasil di evakuasi oleh tim gabungan yang diterjunkan Basarnas dari atas perairan di area pencarian di antara utara laut Jawa dan selat Karimata itu.

Jumlah jasad yang berhasil dievakuasi ini mengalami lonjakan yang signifikan dalam pencarian hari keenam kemarin. Sebelumnya, hingga Jumat (02/01) pagi jumlah jasad yang sudah berhasil dievakuasi dari permukaan laut baru mencapai 10.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca