Baru Sepuluh Jam di Penjara Tersangka Ditemukan Tewas

5

Tahanan Polsek Sukodono Tewas

Sidoarjo – Imron Zainuddin (27 tahun), seorang pria warga desa Kebonagung kecamatan Sukodono kabupaten Sidoarjo, ┬áditemukan tewas didalam sel tahanan markas Polisi sektor (Mapolsek) Sukodo pada Sabtu (1/11) sekitar pagi pukul 7.00 WIB. Imron ditemukan dengan wajah membiru dan jantung berdetak lemah saat dibangunkan oleh petugas jaga.

“Anggota hendak membangunkan Imron pada pukul 7.00 (pagi) ditahanan, namun saat dibangunkan, dia tergelatak dengan wajah membiru, jantung masih berdetak lemah saat diruang tahanan,” ungkap Kapolsek Sukodono, AKP Tego S Marwoto seperti dikutip dari media cetak terbitan Surabaya.

Marwoto menjelaskan korban langsung dibawa ke Puskesmas Sukodo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun terlambat, Imron sudah meninggal saat diperiksa di Puskesmas.

Peristiwa tewasnya Imron ini bermula dari kejadian pada Jumat (31/10) malam di lapangan desa Sukodono yang sedang mengadakan acara dangdutan.

Menurut ayah korban, Muhammad Munir, berdasarkan keterangan saksi yang melihat kejadian, Imron dan istrinya, Liza Fauzizah (21 tahun), datang dilokasi kejadian sekitar pukul 20.00 WIB. Saat Imron hendak pulang pada pukul 21.30 WIB, terjadi tawuran antar penonton dan entah darimana asalnya tiba-tiba sebuah batu mengenai kening Lisa. Karena kening Lisa berdarah Imron membawa istrinya ke Klinik terdekat.

Karena Klinik yang didatangi Imron tidak bisa menangani maka dibawalah ke Puskesmas Sukodono. Setelah istrinya mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukodono, Imron meninggalkan istrinya dan pamit kembali menuju ke lokasi acara dangdutan. Tujuan Imron adalah meminta pertanggung-jawaban panitia penyelenggara atas kejadian yang menimpa istrinya.

Saat menemui panitia, tuntutan Imron tidak dihiraukan. menurut keterangan saksi mata, Imron malah dituduh sebagai provokator oleh Polisi yang sedang ada dilokasi.

“Banyak saksi mata melihat kemudian Imron dipukuli oleh beberapa Polisi,” ungkap Munir.

Korban dimasukan ke mobil Polisi dan dibawa ke Mapolsek Sukodono. Korban sempat dijenguk ditahanan oleh Munir bersama anggota keluarga lainnya pada Jumat (31/10) malam pukul 23.30 WIB. Munir menjelaskan bahwa korban terlihat sehat-sehat saja dan segar saat dikunjungi oleh keluarga malam itu.

Kelurga korban sangat kaget ketika pada Sabtu (1/11) pagi sekitar pukul 7.30 mendapat kabar bahwa Imron sudah tewas.

“Diapakan anak saya sampai meninggal di penjara? anak saya sehat, pelakunya harus ditangkap dan diadili,” tuntut Munir.

MENARIK DIBACA

loading...

6 KOMENTAR

  1. Usut lewat ..PROVOST…..hati hati biasanya banyak loby lewat belajang …junjung kuwalitas Hukum …meskipun aparat salah harus di hukum…..bila perlu copot Ka Polsek dan Kapolres mintai pertanggung jawaban …

Tanggapan Pembaca