Bambang Haryo, Manfaatkan Waktu Reses Serap Aspirasi di Dapil Jatim 1

0
Bambang Haryo ( 5 dari Kanan) berkunjung ke konstituen di Jedong Pacar Keling, Surabaya, dalam masa Reses DPR RI

Surabaya – Bambang Haryo Soekartono, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 2014 – 2019, dari franksi Partai Gerindra, memanfaatkan waktu reses DPR RI untuk mendatangi konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim 1, Surabaya-Sidoarjo.

Menurut Bambang dalam tulisan di akun twitter nya (@Bambang_HaryoS), menyerap aspirasi rakyat adalah salah satu kewajiban dari anggota DPR yang harus dilakukan semasa reses.

“Momentum ini sangat tepat untuk saya menerima aspirasi langsung khususnya yang ada di Surabaya dan Sidoarjo,” tulis Bambang, yang sebelum menjadi anggota DPR RI adalah seorang pengusaha di Industri perkapalan dan pelayaran yang cukup terkenal di Indonesia.

Kunjungan Bambang hari ini, Sabtu (3/1), ke konstituennya di Dapil Jatim 1 adalah ke daerah Jedong Pacar Keling, Surabaya. Warga antusias menyambut kedatangan wakilnya di DPR ini. Sebanyak 160 wakil warga dari 6 RW, hadir dalam pertemuan dengan Bambang yang juga merupakan Ketua Umum Tarung Drajat Pengdaprov Jawa Timur.

Dalam kesempatan ini, Bambang menampung berbagai informasi persoalan ditengah masyarakat dan berbagai aspirasi yang disampaikan warga, Diantara yang jadi keluhan warga adalah dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dijelaskan oleh Bambang, akibat kebijakan pemerintah yang menaikan BBM beberapa waktu lalu, dampaknya sangat dirasakan oleh warga. “Harga sembako naik, disebabkan harga transportasi untuk mengangkatnya juga mengalami kenaikan signifikan,” jelas Bambang.

Bambang mengkritik pernyataan yang pernah dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro, bahwa kenaikan BBM tidak akan berpengaruh signifikan bagi rakyat.

“Akan tetapi nyatanya dilapangan, salah besar!! Rakyat ternyata sangat terpengaruh dengan kenaikan BBM yg lalu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bambang juga mendapati kenyataan, walau harga BBM Premium telah diturunkan per 1 januari 2015, tapi ternyata harga-harga kebutuhan rakyat dan transportasi umum tidak ikut turun.

Harga yang sudah naik tidak ikut turun seiring turunnya harga BBM. “Jadi ternyata kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah ini tidak ada pengaruhnya dari penurunan harga BBM ini,” tegas Bambang.

Disimpulkan oleh Bambang bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah, terkait BBM, tidak menggunakan analisa yang bagus dari para menteri Kebinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ini menjadi catatan untuk saya nantinya sebagai laporan dan bukti aspirasi konstituen saya dampak labilnya harga BBM,” tutup Bambang dalam tulisan terkait dampak kebijakan BBM.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca