Armada Bantuan Rusia Mulai Bergabung Dukung Pencarian Dan Evakuasi QZ 8501

0

Jakarta – Armada bantuan yang didatangkan dari negara Rusia mulai bergabung untuk mendukung tim gabungan Badan SAR Nasional dalam proses pencarian dan evakuasi korban dan pesawat Air Asia QZ 8501.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengungkapkan, per hari ini armada bantuan Negara Rusia akan membantu operasi tim gabungan yang dikoordinasi oleh Basarnas.

“Hari ini kita mendapatkan kekuatan tambahan dari Rusia, yaitu satu pesawat BE 200. Sedangkan satu pesawat lain hanya untuk transportasi,” katanya di kantor pusat Basarnas di Jakarta, Sabtu (03/01).

Selain mengerahkan bantuan berupa dua pesawat, juga disertakan kru penyelam dan peralatan submersibel vehicle. Menurutnya, nantinya kru bantuan dari pihak Rusia akan ditugaskan untuk menyisir jenazah maupun benda yang keluar dari area pencarian yang ditetapkan oleh Basarnas.

“Saya sudah lakukan koordinasi dan planning area mereka dengan sasaran untuk mengobservasi obyek terapung yang keluar area karena kecepatan arus,”

Dia menambahkan, kru dari Rusia tersebut akan langsung terbang menuju ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk segera membantu operasi pencarian dan evakuasi yang telah memasuki hari ketujuh pada hari ini. “Rencananya, siang nanti mereka akan ke Pangkalan Bun dan menyiapkan penyelam dengan peralatan submersible,” tandasnya.

Chief military expert Kementerian Situasi Darurat yang juga Ketua Tim SAR Rusia Eduard N. Chizhof menambahkan, pihaknya menyertakan 72 orang anggota tim untuk membatu operasi pencarian dan evakuasi.

“Diantaranya 22 penyelam yang profesional yang bisa menyelam di berbagai tingkat kedalaman,” katanya usai menemui Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo di kantor pusat Basarnas.

Dia menjelaskan, pihaknya baru saja membahas kesepakatan kerjasama untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi pesawat QZ 8501. “Kami baru saja bertemu dengan Basarnas untuk menyepakati perjanjian kerjasama. Hari ini kru dari Rusia mulai bergerak dari bandara Halim (Perdana Kusuma) ke Kalimantan untuk operasi ini,” tandasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca