Antisipasi Korban Terbawa Arus, Area Pencarian Air Asia Diperluas

0

Jakarta – Memasuki operasi hari kedelapan, Badan SAR Nasional (Basarnas) memperluas sektor pencarian dan evakuasi pesawat Air Asia QZ 8501 menjadi 20.700 nautika mil persegi. Perluasan dilakukan ke arah timur dari lokasi pencarian dan evakuasi yang berada di atas perairan di antara utara laut Jawa dan selat Karimata itu.

Sebelumnya, Basarnas telah menetapkan besaran luas area pencarian dan evakuasi sebesar 13.500 nm persegi. Basarnas juga telah membuat sektor prioritas di dalam area pencarian dan evakuasi seluas 1575 nautika mil persegi. Selain itu, Basarnas juga telah menetapkan sektor tambahan setelah penemuan berbagai potongan objek yang diduga kuat sebagai bagian pesawat Air Asia yang mengalami hilang kontak sejak 28 Desember 2014 itu.

Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menyampaikan, perluasan ke arah timur itu sebagai antisipasi apabila ada korban maupun potongan bagian pesawat berpindah lokasi karena pergerakan arus laut.

“Karena sudah hari kedelapan, apabila ada objek dan jenazah yang terbawa arus bisa segera kita antisipasi,” katanya di kantor pusat Basarnas di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (04/01).

Menurutnya, lokasi yang menjadi perluasan dari area pencarian dan evakuasi ditentukan berdasarkan perhitungan aplikasi pemetaan search and rescue (SAR Mapping) yang dimiliki oleh Basarnas.

Aplikasi yang digunakan Basarnas tersebut, lanjutnya, bisa memprediksi kapan terjadi pergeseran objek yang mengapung di atas permukaan laut di sekitar lokasi. “Dengan aplikasi ini kita bisa menghitung pada hari ke berapa akan bergeser karena ada arus laut,” ucapnya.

Sebagai informasi, setidaknya 20 unit kekuatan udara dan 27 unit kapal diterjunkan dalam operasi pencarian dan evakuasi hari ini.

Pencarian lewat udara menggunakan 6 buah pesawat udara dan 14 helikopter. 6 pesawat yang diturunkan terdiri dari 4 pesawat Indonesia, 1 pesawat Korea Selatan, dan 1 pesawat Rusia. Sedangkan, 14 helikopter terdiri dari 10 helikopter Indonesai, 2 helikopter Singapura dan 2 helikopter AS.

Sementara untuk kapal laut, 16 unit berasal dari dalam negeri, sedangkan 11 lainnya berasal dari bantuan armada negara sahabat, yang terdiri dari 4 kapal Singapura, 3 kapal Malaysia, 2 kapal Amerika Serikat dan 2 kapal Jepang.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca