Andika Perkasa Sempat Disebut Terlibat Kasus Pembunuhan Theys

63
Brigjen Andika Semasa menjabat Danrem 023/Kawal Samudera
Brigjen Andika Semasa menjabat Danrem 023/Kawal Samudera
Kolonel Andika (tengah) Semasa menjabat Danrem 023/Kawal Samudera (2012)

Jakarta – Brigjen TNI Andika Perkasa adalah salah satu perwira TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang memiliki karir cemerlang. Andika yang belum genap 1 tahun menjabat Kadispenad, tidak lama lagi akan menyandang bintang dua dipundaknya sesuai dengan jabatan barunya sebagai Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Danpaspamres). Penunjukan Andika cukup istimewa karena atas permintaan langsung Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Andika adalah perwira tinggi TNI AD yang kenyang pengalaman dilapangan khususnya dipasukan tempur Angkatan Darat, Kopassus. Lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri sebelum kemudian berganti Akademi Militer/Akmil) pada tahun 1987, Andika ditugaskan dalam berbagai medan tugas. Selain menyandang pangkat perwira tinggi TNI, Andika juga menyandang gelar akademik hingga S3 dan merupakan Doktor dengan gelar PhD dari Harvard University Amerika Serikat.

Andika yang juga adalah menantu AM Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), sebelum dipromosikan sebagai Danpaspampres menjabat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) sejak Novemver 2013. Sebelum di Kadispenad, pernah ditugaskan sebagai Kodiklat TNI AD, Sespri Kasum TNI, Danrindam Jaya (2011) dan Danrem 023/Kawal Samudera (2012).

Selain prestasi yang cemerlang, nama Andika pernah disebut-sebut terlibat kasus pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay pada 10 November 2001. Nama Andika disebut terlibat pembunuhan Theys oleh Agus Zihof, pensiunan perwira militer, yang mengirim surat kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu masa itu (2002).

Dalam suratnya masa itu, Agus Zihof menginformasikan bahwa anaknya dipaksa oleh seorang pria yaitu Mayor Andika Perkasa, anggota Kopassus, menantu AM Hendropriyono Kepala BIN, untuk mengakui membunuh Theys. ” Andika telah berjanji anakku posisi yang baik di BIN, karena ayahnya (Hendropriyono) memegang salah satu posisi paling atas” tulis Agus di suratnya.

Agus Zihof adalah orang tua Kapten Rianaldo anggota Kopassus yang jadi terdakwa bersama 9 terdakwa lainnya seperti Mayor Doni Hutabarat dan Letnan Kolonel Hartomo (sekarang Brigjen TNI, Komandan Pusat Intel Angkatan Darat/Danpusintelad).

Namun surat Agus diabaikan oleh Brigjen Hendardji Supandji yang masa itu wakil komanda Puspom TNI yang merangkap sebagai Ketua Tim Investigasi Kasus pembunuhan Theys, dengan tidak memeriksa Andika.

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca