Ada apa Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013 ? (bagian 1)

2

Pekan Kondom Nasional

[ads1]

Beberapa hari belakangan ini, marak aksi penolakan atas kegiatan Pekan Kondom Nasional (PKN) yang digagas oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bekerjasama dengan Sebuah Badan pemasar social DKT Indonesia. Penolakan datang dari berbagai kalangan, mulai Legislatif, Organisasi Keagamaan, Lembaga Pendidikan, LSM, Perguruan Tinggi dan Sekolah, bahkan hingga kalangan pemerintah sendiri yang menilai program ini tidak tepat dan malah justru mendorong terjadinya Sex bebas.

Kementerian Kesehatan melalui Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, tadinya dengan tegar tetap mendukung program PKN ini dan dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa program PKN ini justru penting untuk mencegah penyebaran Penyakit Sexual dan AIDS di Indonesia. Walau akhirnya belakangan malah terkesan cuci tangan setelah derasnya arus penolakan di tengah masyarakat, bahkan Pemerintah melalui sekretaris Kabinet, Dipo Alam juga memberikan peringatan yang tidak kalah sengit.

Saya sependapat Program bagi bagi kondom dalam kegiatan Pekan Kondom Nasional di Hari AIDS Internasional di Indonesia adalah sebuah langkah yang tidak tepat. Karena pembagian Kondom tidaklah menjadi solusi bagi merebaknya penyakit kelamin ataupun AIDS, tidak juga menyentuh akar persoalan terjadinya peningkatan penderita AIDS dan penyakit menular Sexual.
Akar persoalan yang justru terletak pada perilaku Sexual yang salah di tengah masyarakat yaitu Sex Bebas dan perilaku penyimpangan sexual (sex sejenis, berganti ganti pasangan, etc etc). Akar persoalan ini lah yang mestinya jadi Focus pemerintah, baik dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian agama dan instansi terkait lainnya.

Pembagian Kondom Gratis ini malah berkesan Pemerintah atau Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) membiarkan atau menutup mata dengan perilaku Sex bebas dan menyimpang tersebut, dan malah mendukung perilaku tersebut dengan mem”fasilitasi” dengan PEMBAGIAN KONDOM !
Walau pemerintah dan KPAN menolak tuduhan tersebut, namun pada kenyataannya pembagian Kondom ini malah dilakukan di tempat tempat umum, sekolah, Kampus dan lokasi yang semestinya secara nyata target yang menerima kondom adalah kebanyakan orang yang belum Berumah Tangga, Pelajar, dan Mahasiswa.

Disisi lain saya juga cukup heran dengan penolakan PKN 2013 ini >>> baca bagian 2

Ferry Koto

Penggiat Perkoperasian dan Pendidikan, Dewan Pendidikan Surabaya, Direktur Center for National Strategic Studies (CNSS), Penggagas Gerakan Muslim Kuasai Media (GMKM)

Latest posts by Ferry Koto (see all)

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

  1. Free Sex dan penyimpangan sex yang mestinya di cegah, bukan sperma yang tumpah … :))
    apa karena ada uang yang turah turah disini?

    cc: Tommy Fadjar Hutomo Eko Budhi Suprasetiawan Sritomo Wignjosoebroto Purwoko Its-Cuk Gus Mbess

  2. Free Sex dan penyimpangan sex yang mestinya di cegah, bukan sperma yang tumpah … :))
    apa karena ada uang yang turah turah disini?

    cc: Tommy Fadjar Hutomo Eko Budhi Suprasetiawan Sritomo Wignjosoebroto Purwoko Its-Cuk Gus Mbess

Tanggapan Pembaca