95 TKI Yang Dideportasi Malaysia Masih Dirawat di RPTC Kemensos Jakarta

0
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, di RPTC Jakarta

Jakarta – Sejumlah 95 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang sudah dipulangkan dari luar negeri sampai saat ini masih mendapatkan perawatan untuk pemulihan di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial di Jakarta.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu 703 TKI yang mendapatkan masalah di Malaysia sudah berhasil dipulangkan oleh pemerintah Indonesia. Mereka dipulangkan antara lain karena tidak mempunyai izin atau habis masa izin untuk bekerja di luar negeri.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, hingga hari ini sebagian di antara para TKI tersebut masih ada yang mendapatkan perawatan di Kementerian Sosial. “Kalau di Jakarta sampai hari ini ada 95 orang,” katanya saat mengunjungi RPTC Bambu Apus, Kementerian Sosial di Jakarta, Jumat (26/12).

Selain dipulihkan di RPTC Jakarta, sebagian TKI juga dikirim ke RPTC Kemensos di Tanjung Pinang, Riau. Namun demikian, menurutnya, sebagian besar TKI sudah berhasil dipulangkan ke kota asalnya.

Para TKI antara lain diberangkatkan melalui penerbangan dari Bandara Halim Perdana Kusuma ke kota tempat tinggalnya. “Ada yang dikirim ke Surabaya dengan jumlah besar menggunakan Hercules,” pungkasnya.

Dia menuturkan, 95 orang TKI yang dirawat di RPTC Kemensos di Jakarta merupakan sebagian dari 2 kloter TKI bermasalah yang berhasil dipulangkan dari Malaysia. Dari ke 95 orang TKI tersebut, rata-rata dipulangkan karena izin tinggal dan bekerja di luar negerinya sudah habis, meskipun status mereka adalah TKI legal. “Kata pengasuhnya di sini, ada yang legal tapi overstay,” jelasnya.

Koordinator RPTC Jakarta Isni Nur Aini menambahkan, RPTC menjadi rumah aman bagi korban pekerja tindak kekerasan dan human traficking di luar negeri. TKI yang berhasil dipulangkan dari luar negeri pada umumnya dirawat dan dipulihkan sambil menunggu transportasi ke kota asalnya. “Kalau mereka di sini sekitar dua mingguan, sambil menunggu pengangkutan,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, para TKI yang berhasil dipulangkan melalui Bandara Halim Perdana Kusuma tidak ada yang mengalami persoalan kesehatan serius. Sakit yang dialami oleh umumnya hanya demam dan batuk. “Tapi kesehatan fisik berat tidak ada. Ada juga yang mengalami sakit jiwa, tapi tidak kami tangani di sini, tapi langsung ditangani di rumah sakit jiwa,” tutupnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca