100 Hari Jokowi, Pendidikan Dinilai Masih Abaikan Perspektif Kesetaraan Gender

0
Ketua Pelaksana Kapal Perempuan, Missiyah

Jakarta – Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam 100 hari pemerintahan Joko Widodo dianggap masih belum menggunakan pendidikan yang berspektif penghargaan terhadap kesetaraan gender.

“Kalau kita lihat dari kurikulum, belum ada yang mengarah kepada perbaikan pendidikan yang menggunakan perspektif kesetaraan gender,” kata Ketua Pelaksana Kapal Perempuan Missiyah dalam acara ‘Launching Rapor 100 Hari Kinerja Pemerintahan Jokowi -JK di Bidang Perlindungan Perempuan’ di Warung Daun Cikini di Jakarta, Selasa (03/02).

Dia menambahkan, pendidikan nasional sesuai dengan yang direfleksikan oleh Nawacita adalah pendidikan 12 tahun yang berkualitas, tanpa biaya, berkesetaraan gender, serta menghargai keberagaman.

“Jadi, ada aspek merespons kemungkinan, merespons persoalan gender, merespons juga persoalan intoleransi. Menurut saya, kurikulum harus dikembangkan berdasarkan 3 nilai utama tadi,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, dalam 100 hari masa pemerintahan Jokowi, pendidikan di luar sekolah masih belum dimasukkan ke dalam agenda pemerintah.

Padahal, ungkapnya, di masa lalu, ada yang disebut dengan pendidikan non formal, yang terdiri dari pengentasan buta huruf, pendidikan life skill dan pendidikan perempuan.

“Sekarang itu, wacana saja saya tidak melihatnya. Saya sudah mengecek dan tidak menemukan satupun wacana pendidikan perempuan,” tegasnya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca