Erzaldi Rosman Djohan
Erzaldi Rosman Djohan, Gubernur Bangka Belitung terpilih (tengah) dan Ustad Kasif Heer. (foto: Iwan P)

Pagi ini dominan timeline, status, doa untuk Alm KH Hasyim Muzadi khusnul khotimah. Ia berpulang tadi pagi.

Saya menyimak figurnya secara langsung ketika kami bersama Umroh dengan Bapak Presiden Jokowi, di saat minggu tenang Pilpres 2014 lalu. Saya akan menulis dalam status tersendiri. Premis saya dalam perjalanan lima hari bersama, Jakarta-Mekkah-Medinah-Jakarta, sosoknya teduh. Ketika betisnya keram turun dari pesawat, sempat dipijit Pak Jokowi, raut wajahnya tenang, tersenyum, tidak menampakkan sakit ngilu.

Saya sempat berdialog panjang dengan almarhum, ihwal pola pikir, termasuk mempertanyakan mengapa PLN harus beriklan hemat listrik, hingga perkembangan pendidikan dan keberadaan pesantren.

Ia sangat menggantungkan harapan kepada generasi muda yang iqra. Bertutur kata lembut, mengingatkan saya akan ulama KH. Hasan Basri, pernah menjadi Ketua MUI. Semoga kepergian KH. Hasyim Muzadi hari ini menemui Sang Khaliq, dengan tersenyum laksana saya simak di Multazam dan Raudah, ketika kami Umrah bersama lalu. Aamiin

Tadi malam jelang pukul 23.00 WIB. Saya menunggu kontak dari Ustad Kasif Heer. Sebagai tindak lanjut kami bertemu status saya https://m.facebook.com/story.php… . Ia menelepon. “Kami ke rumah saja. Ini sudah dekat,” ujarnya.

Saya tentu sulit menolak.

Di luar dugaan, belum sepuluh menit ia sudah muncul. Ia bersama Bapak Gubernur terpilih Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan. Tak menyiakan waktu, kami berbincang dalam suasana hangat, hampir tak ada sekon terlewat membicarakan banyak hal; terutama ihwal Bangka Belitung, yang harusnya kaya raya sebagaimana acap saya tulis dalam 10 tahun terakhir.

Saya sampaikan pula walaupun ber-KTP DKI Jakarta, kami punya tanah di Pangkalpinang, acap memotivasi fokus pertanian warga ke Lada, dan saya pernah pula membawa bibit Singkong Gajah, kini sudah dikembangkan lebih unggul oleh Haji Eeng, tokoh petani Pangkal Pinang.

Erzaldi juga banyak senyum laksana Alm KH. Hasyim Muzadi. Sosok muda 47 tahun, wajahnya cerah. Ketika kami membahas lingkungan hidup, pertanian, tentulah terselip obrolan politik, peranan partai dan cengkeraman ranah fulus mulus, lalu bagaimana pemimpin terpilih menyiasati keadaan demi memenuhi janji kampanye serta meningkatkan mutu peradaban.

Saya senang Erzaldi bilang di Bangka Tengah, mereka pernah mendapatkan penghargaan bahwa di pasar-pasar timbangan akurat. “Mengakuratkan timbangan sama kewajibannya dengan shalat fardu,” kalimat diucapkan Prof DR Faisal Mahfud, yang memimpin kami Umroh dengan Pak Jokowi, diamini juga oleh Alm KH Hasyim Muzadi, kala itu.

Tidak berlebihanlah bila kemudian saya sempat tercenung pagi tadi, kehadiran Erzaldi ke rumah hingga larut, kepergian KH Hasyim Muzadi tadi pagi, seakan pesan “Alam”; Ini salah satu contoh anak muda yang saya harapkan sebagaimana saya tuturkan di Mekah. Mungkin demikian Pak Erzaldi, Pak Kyai juga berpesan toilet-toilet masjid bersih dan wangi. Mari kita mulai.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini