Presiden Salah Pilih Calon Kapolri atau Hakim Salah Putuskan Perkara ?

2

ferry kotoSarpin Rizaldi, Hakim tunggal yang mengadili gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan terhadap KPK hari ini telah mengeluarkan keputusan dalam kewenangannya sebagai Hakim, yaitu mengabulkan gugatan Budi Gunawan dan membatalkan demi hukum surat penetapan sebagai tersangka yang telah dikeluarkan KPK kepada Budi Gunawan.

Tentu Hakim dengan kewenangan yang dimilikinya telah mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan hukum yang dia miliki dengan fakta fakta persidangan yang ada. Bukti dan saksi sudah diperiksa, pendapat ahli sudah pun didengar, dan KPK pun sudah diberi kesempatan melakukan pembelaan.

Tentu yang namanya berperkara di pengadilan pasti hasil keputusannya tidak dapat memuaskan semua pihak, apalagi pihak yang kalah. Tapi hukum tetaplah hukum yang segala keputusannya tentu harus dijalankan.

Jadi hemat saya, akan sangat berlebihan jika sekarang para pakar hukum dan pengamat menyalahkan Hakim yang sudah mengambil keputusan. Apalagi beramai ramai menjadikan Hakim sebagai kambing hitam atas kasus yang pada dasarnya adalah persoalan PEMILIHAN KAPOLRI ini.

Andailah penetapan BG sebagai tersangka KPK tidak bersamaan dengan dipilihnya ia sebagai calon Kapolri, apakah kasus ini akan seramai ini?

Sesungguhnya ini bukan persoalan penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK, tapi sangat jelas akar masalahnya adalah dipilihnya Budi Gunawan sebagai calon Kapolri oleh Presiden Jokowi.

Hanya itu inti persoalannya, yang lain itu hanya kembang-kembang saja untuk adu argumentasi layak atau tidak Budi Gunawan jadi Kapolri. Tapi kembangan itu seolah sekarang yang jadi pokok persoalan, mengabaikan persoalan utama yang sebenarnya.

Sudah sangat jelas persoalan ini adalah lemahnya kepemimpinan Presiden Jokowi yang terwujud dengan tidak mampunya ia memilih Kapolri yang jauh dari persoalan dan potensi masalah dikemudian hari.

Ini bukan soal Megawati, bukan soal partai yang tergabung dalam KIH apalagi soal keputusan Hakim Sarpin Rizaldi. Sangat jelas ini soal lemahnya Jokowi sebagai Presiden, ketidakmampuan Jokowi sebagai Presiden mengambil keputusan yang tegas dan tepat secara cepat.

Jadi masih kah kita terjebak dikembang-kembang persoalan ? apakah kita sekarang meributkan soal keputusan Hakim Sarpin Rizaldi atau kembali pada pokok persoalan; penunjukan Presiden atas calon Kapolri yang diduga memiliki berbagai persoalan ?

Hemat saya, Presiden Jokowi harus membatalkan pelantikan BG karena itulah inti persoalan sebenarnya. Bukan persoalan penetapan BG sebagai tersangka apalagi soal keputusan Hakim Sarpin Rizaldi. Saat nya kita melihat apakah kita betul betul memiliki Presiden yang berkuasa penuh atau hanya Presiden boneka …….

Ferry Koto

Penggiat Perkoperasian dan Pendidikan, Dewan Pendidikan Surabaya, Direktur Center for National Strategic Studies (CNSS), Penggagas Gerakan Muslim Kuasai Media (GMKM)

Latest posts by Ferry Koto (see all)

MENARIK DIBACA

loading...

2 KOMENTAR

Tanggapan Pembaca