Opini : PKS Yang Saya Kenal dan Harapkan

0
Simpatisan dan Kader PKS Memutihkan GOR Delta

Selamat ber-Munas saudara-sauadara pengurus PKS seluruh Indonesia!

Kilas Balik

Saya mengenal Partai Keadilan pada tahun 2001, ketika saya masih kelas 1 SMAN 01 Ngabang. Kami dibina disebuah pengajian, pengajian yang cuma berisi empat orang, saya dan kedua teman saya serta seorang pembina pengajian, yang lazim disebut Murrabi sekarang ini, dulu kami tidak tahu istilah itu. Berjalan waktu, tersisa saya dan seorang teman saya yang bertahan, secara pribadi saya merasakan banyak sekali manfaat yang saya dapatkan selama mengikuti pengajian, apalagi Murrabi kami seorang sarjana lulusan sebuah kampus di Jakarta dan aktivis pula, bagi kami hal itu berkah, memberikan kami banyak pengetahuan tentang banyak hal, sebagai anak yang bersekolah di kota kabupaten, kabupaten yang baru terbentuk di tahun 2001, jangan dibandingkan kota kami dengan kota-kota di Jawa, kota kami sebuah kota kecil yang berjarak 4 jam dari Pontianak, ibukota Propinsi Kalimantan Barat.

Pada PEMILU 2004, walau status masih pelajar, siswa kelas 3 SMA, menjelang ujian nasional, saya ikut sibuk kampanye, rumah dijadikan DPD PKS, menjadi pusat mengumpulkan massa, menjadi pusat bergerak memasang poster, menyebar pamflet, memasang spanduk, ya saya betul-betul belajar berkampanye, kampanye bermodalkan donasi dari kader dan simpatisan PKS. Ada satu pengalaman yang tidak terlupakan, sewaktu pengurus sedang berkumpul dirumah, ada 2 orang bapak-bapak datang ke rumah, mereka ingin membuka anak cabang PKS di desa mereka, tentu ini menarik bagi kami, kemudian kami memberi tahu mereka bahwa “PKS ini partai yang gak punya duit, duit yang kami punya berasal dari saku kami sendiri, ikut menyumbang untuk menghidupi dan membesarkan partai”, mendengar hal tersebut, kedua orang bapak tadi, wajahnya langsung berubah muram, segera berpamitan. Tidak lama berselang, saya melihat dua orang bapak tersebut lewat di depan rumah mengenakan baju partai lain, dan membawa beberapa atribut, melihat hal itu saya tersenyum, memahami sesuatu.

Itulah kenangan awal saya bersama PKS.

Ada banyak hal yang baik saya pelajari dari PKS ;

  1. Ikatan yang kuat sesama kader, baik didalam keadaan susah dan senang
  2. PKS tidak mempunyai tokoh yang dipuja secara berlebihan, contoh paling mudah diamati adalah pergantian Presiden PKS yang selalu muncul tokoh baru yang sebelumnya tidak begitu terkenal, pergantian pemimpin selalu tidak hingar bingar, lembut tanpa konflik yang menyedot perhatian publik.
  3. Bergerak tanpa harus dibayar
  4. Partai yang kepedulian sosialnya tinggi

Kritik untuk PKS :

  1. Media sosial menjadi ajang perang berbagai ideologi, seringkali menjadikan kader pasukan yang begitu semangat dalam membela, seringkali kebablasan dan malah menyebar berita hoax tanpa cross check terlebih dahulu.
  2.  Ada banyak kritikan masyarakat, eksklusifitas kader PKS yang masih tinggi, sehingga kurang bisa bergaul dengan komunitas lain di masyarakat
  3. Seringkali memperuncing perbedaan dengan komunitas berbasis Islam lainnya.

Harapan ke PKS di masa mendatang ;

  1. Mendidik kader yang siap masuk dan diterima di komunitas manapun karena keluwesannya bergaul
  2. Memperbanyak kader untuk berwirausaha sehingga bisa membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat dan memperbanyak kader di pemerintahan untuk membentuk pemerintahan yang bersih, dan profesional, karena sebuah fakta bahwa kader PKS banyak dari kalangan intelektual lulusan perguruan tinggi
  3. Mengurangi perdebatan yang tidak perlu dengan organisasi berbasis massa Islam, mengutamakan kesabaran dan persaudaraan.
  4. Bisa merangkul semua kalangan karena PKS bukanlah musuh tapi adalah sahabat.
  5. Memperbesar peran PKS dengan membangun Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, Channel TV, dan Bank Syariah
  6. Kami yang berada di daerah ini lebih diperhatikan

Beberapa hari lalu saya membaca 2 artikel mengenai Presiden PKS yang baru di Republika, yaitu ; Ustad. Sohibul Iman Ph.D, dengan karakter dan trackrecord beliau selama ini, saya yakin, masa depan PKS akan cerah ke depannya, semoga para kader pun selalu berusaha untuk memperbaiki diri, karena semua kader adalah ujung tombak PKS, wajah kader adalah wajah partai.

Lebih dan kurang, secara pribadi saya memohon ma’af, tulisan ini saya buat karena saya mencintai PKS. Terima kasih.

Ya’Asurandi A.Hamid
Warga Ngabang – KALBAR

Latest posts by Asurandi (see all)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca