Merdeka dari bangsa lain, dijajah bangsa sendiri ! (2)

6

Setelah tulisan saya sebelumnya beredar, yang sulit mempercayai pelarangan Konvensi Rakyat oleh Rektor Unair di Kampus UNAIR Surabaya atas intervensi Mendikbud M. Nuh, sabtu sore ini kembali mendengar berita dan khabar dari beberapa sahabat bahwa Muhammad Nuh, selaku Mendikbud, tidak pernah mengintervensi apalagi melarang pelaksanaan Konvensi Rakyat di Unair dan kampus kampus lain di Indonesia. Cukup melegakan atas khabar ini, walau tidak mendengar langsung, setidaknya khabar dari para sahabat dan statemen M.Nuh dapatlah mengeliminir dugaan dugaan atas berita sebelumnya.

[ads2][ads1]

Sepanjang sabtu kemaren, saya menerima banyak pesan, baik email, social media, BBM, SMS, perihal tulisan saya sebelumnya. Ada yang membela dengan membabi buta, ada yang menyalahkan tanpa peduli, ada yang bijak menggali makna dengan pikiran lapang hati yang luas. Rupanya banyak juga diantara kita yang begitu mengkultuskan seseorang sehingga tidak mau ada sedikit pun hal miring ditulis pada tokoh pujaannya walau jika mau berkepala dingin tidak ada satupun hal yang perlu dirasa menjelekan. Sementara pihak lainnya, ada juga yang begitu berlebihan senangnya melihat “ada salah” tokoh yang tidak disenangi nya.

Dan dari kasus ini rasanya masih relevan judul pada tulisan saya sebelumnya, bahwa kita Merdeka dari Bangsa lain, Tapi kembali dijajah Bangsa sendiri !! 

Kenapa relevan ? karena ternyata di zaman merdeka ini kita tidak tahu kepada pemimpin seperti apalagi kita harus percaya !! Kepada pemimpin seperti apa rakyat ini mempercayakan nasibnya !
Para Pemimpin tersebut hanya menjadikan Rakyat sebagai pijakan nya untuk menjadi pemimpin, hanya ingin mendapatkan dukungan tanpa peduli nasibnya, persis seperti nasib rakyat di negeri negeri terjajah.

Semoga dalam Konvensi Rakyat minggu pagi ini, baik panitia, peserta maupun yang hadir sepemahaman bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar untuk mencari Calon Presiden, tapi lebih jauh adalah sebuah proses Pendidikan bagi Rakyat, untuk mencerahkan rakyat atas hak hak nya sebagai Bangsa Merdeka, hak nya untuk menentukan Pemimpin, terutama hak nya untuk didengar !

dan untuk Konvensi Rakyat minggu pagi ini, haruslah kita sepakat bahwa :

Memilih pemimpin secara Demokratis bukanlah jaminan untuk terpilihnya Pemimpin yang terbaik, Namun mencerdaskan rakyat akan hak-hak demokrasi mereka, memberi peluang terpilihnya pemimpin terbaik !!

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca