DICARI PEMIMPIN YANG TEPAT UNTUK RAKYAT “RING OF FIRE”

0

Kalau Sungai Missisippi meluap dan merusak lahan pertanian, Pemerintah AS hadir untuk memberikan ganti rugi. Bahkan kalau harga produk dunia anjlok tajam, Pemerintah AS hadir untuk membeli produk petani dengan harga yang wajar.

Itulah yang oleh Pemerintah AS diberikan sebagai bantuan kepada negara-negara miskin atau berkembang. Melalui program yang mereka namakan PL 480 atau Public Law 480, Pemerintah AS menjual kelebihan produk dari para petaninya melalui fasilitas kredit ekspor.

Dengan itulah petani di AS tidak pernah berhenti untuk berproduksi. Bahkan pertanian menjadi andalan perekonomian negara industri tersebut. Petani Amerika memiliki kehidupan yang baik, bahkan petani seperti Jimmy Carter pernah menjadi presiden negeri itu.
** mengutip dari http://www.metrotvnews.com/front/view/2014/02/17/1793/Pelajaran-Pahit-Anggito-Abimanyu
++++++++++++++++++++++++++++++++++

Indonesia memang belum memiliki sistem yang mampu “mengganti” hilangnya sumber mata pencaharian warga yang terkena bencana. Yang baru ada hanyalah sebatas sistem tanggap darurat untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah kelaparan bagi para pengungsi.

Ketika terjadi bencana yang bersifat massal seperti halnya yang terjadi di Sinabung ataupun Kelud maka segala perhatian akan terfokus pada bagaimana meminimalkan korban dan mengurangi penderitaan di pengungsian. Maka mengalirlah berbagai bantuan dalam bentuk makanan instan, pakaian layak pakai ( kalo nda mau disebut bekas), air mineral, sanitasi dll. Bahkan terkadang sampai berlebih , terbuang, atau dimanfaatkan oleh mereka yang tidak berhak menerimanya.

Demikian pula dana tanggap bencana yang teralokasikan dalam APBN ataupun APBD , seluruhnya masih bersifat seperti obat penghilang rasa sakit sementara. Belum ada sistem yang mengcover resiko atas hilangnya mata pencaharian dari para korban .

Maka jangan pula semata2 menyalahkan pengungsi yang ingin kembali ke desa2 mereka , rumah2 mereka, untuk menyelamatkan ternak ternak, dan tanaman pertanian mereka yang menjadi sumber penghasilan mereka satu satunya. Karena memang tidak ada atau belum ada sistem jaminan yang seharusnya diberikan oleh negara untuk menjaga keberlangsungan kesejahteraan/penghasilan rakyatnya dalam kondisi darurat seperti itu.

Seperti halnya yang terjadi di Ngantang, kabupaten Malang saat ini yang sedang terlanda letusan Gn.Kelud. Ngantang adalah salah satu sentra peternakan sapi perah di Jawa Timur yang mensuplai kebutuhan susu sapi secara nasional. Terdapat 12.000 ekor sapi perah yang ada di Ngantang, yang hingga saat ini tidak terurus. Pakan ternak susah didapat, rerumputan hijauan banyak yang mati atau tertutup abu vulkanis. Sumber air banyak yang tertutup pasir dan pipa2 saluran air rusak. Para pengungsi warga Ngantang sangat mengkhawatirkan kondisi ini. Beberapa perternak yang saya temui mengatakan bahwa untuk keperluan logistik sudah lebih dari cukup tapi yang mereka butuhkan adalah pakan ternak dan air minum untuk ternak2 mereka. Mereka khawatir akan kondisi ternaknya karena itulah sumber penghasilan mereka selama ini yang menopang kesejahteraan mereka.

Sebagai masyarakat yang hidup di paparan Ring of Fire, Negara Kepulauan yang dianugerahi ratusan gunung api aktif dan lautan yang maha luas maka berbagai aktifitas alam berupa letusan vulkanik, gempa bumi, tsunami, dll merupakan hal yang niscaya akan selalu menjadi bagian dari sejarah negeri ini. Maka dibutuhkan pemimpin yang spesial, yang mampu melindungi dan menjamin kesejahteraan rakyatnya dalam sebuah sistem bernegara yang baik.

Semoga berbagai bencana yg terjadi akhir2 ini sudah cukup untuk memberi hikmah bagi kita dan khususnya pemerintah untuk membuat program perlindungan yang lebih baik dan komprehensif. Maka jika ada pemimpin yang mempunyai konsep program yang baik mengenai hal ini dan berkomitmen untuk melaksanakannya, barangkali dialah pilihan saya.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca