Antara Aku, Kau dan Batu Akikmu

0

Ada apa dengan batu akik ?

Bisnis batu akik kini menjamurbak cendawan di musim hujan. Sebelumnya yang paling terakhir menjamur adalahbisnis cuci sepeda motor dan jual beli ponsel dan pulsa.

Sebelumnya batu akik sudah lamadiperjualbelikan. Namun tidak sepopuler sekarang. Demikian juga bisnis cucisepeda motor. Dulu harus antri berjam-jam hanya untuk mencuci sepeda motor.Sekarang cukup berkendara beberapa menit untuk mencari tempat cuci sepeda motoryang kosong. Demikian juga ponsel dan pulsa pada awal mulanya hanya ada dibeberapa tempat. Sekarang tidak sampai lima puluh meter sudah ditemukanbeberapa tempat jual beli ponsel dan pulsa.

Apa penyebab sesuatu itu menjadibooming ? Cukup sederhana, hanya sekedar bisa tahu tata cara menjalankanbisnisnya dan faham sistem jaringannya. Pada sektor batu akik, penyebarluasantata cara bisnis dan jaringan telah menyerap bukan hanya sekedar ratusan orangtapi sudah mendekati jutaan orang. Mulai dari sektor batu akik mentah, distribusibatu akik mentah. Tata cara penamaan. Jual beli alat asah batu akik. Tata caramengasah yang baik. Seni mengikat batu akik. Sampai pada marketing batu akik.Bahkan beberapa pejabat penting negara ini harus menyempatkan waktunya untukmengunjungi sentra bisnis batu akik.

Sesuatu yang sudah booming bukanhanya akan membuat pecinta batu akik untuk bersibuk ria. Bahkan orang yangnyata nyata bukan pecinta batu akikpun seperti saya misalnya harus menyempatkandiri walau hanya sekedar iseng atau mengisi waktu luang menunggu teman untukmelirik lirik beberapa batu akik. Bermula dari sekedar iseng dan berujung padaketertarikan. Ternyata ada satu jenis batu akik yang cukup menarik perhatianku.Namanya batu kalimaya. Bentuknya putih polos namun memencarkan warna warnisecara bergantian. Bahkan anakku yang masih TK ketika kutunjukkan batu kalimayatersebut juga menunjukkan ketertarikannya pada warna warni yang dipancarkanbatu tersebut. Walhasil batu kalimaya yang berharga ratusan ribu harus reladisita anakku yang masih TK tersebut.

Baik bisnis batu akik, cuci sepeda motor maupun jual beli ponsel dan pulsa bukan sekedar fenomena bisnis semata. Ini berkaitan dengan bukti nyata bahwa jiwa wirausaha dan minat sertabakat masyarakat tidak bisa dipandang sebelah mata. Seseorang yang bahkan untukmembedakan apa itu solar dan bensin saja tidak bisa, toh untuk menghapalpuluhan jenis batu akik serta tempat asalnya bisa dikuasainya dengan baik. Inipernah saya tes ketika sedang mengamati beberapa batu akik yang cukup manarik.Saya tanya tanya nama beberapa batu akik secara berulang serta tempat asalnya.Menarik, semua bisa dikuasainya tanpa ada kesalahan sedikitpun.

Di tengah kondisi sosial ekonomimasyarakat seperti sekarang ini, sektor bisnis informal seperti bisnis batuakik harus dijadikan sebagai pionir dalam mengembangkan jiwa wirausahamasyarakat. Booming bisnis batu akik pun bukan dikarenakan gencarnyapemberantasan korupsi. Dan juga bukan atas beberapa gebrakan deregulasi makroekonomi.

Negara harus mengambil hikmahdari bisnis sektor informal seperti bisnis baru akik ini. Kata kuncinya adalahtata cara bisnis dan jaringan marketingnya. Namun negara tidak bisamengandalkan penyebarluasan tata cara bisnis dan jaringan marketing padabooming secara alami semata. Harus ada sebuah strategi sistematis dalam upayameningkatkan bisnis informal di masyarakat yang bisa menyedot para penganggurmenjadi pengusaha dalam skala besar.

Instrumen yang terlupakan dalamhal ini adalah BLK (balai latihan kerja) baik milik pemerintah maupun swasta.Negara harus mengalokasikan anggaran subsidi dalam jumlah besar agar angkatankerja yang belum memiliki pekerjaan tetap bisa berwirausaha secara terlatih diBLK namun tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk bisa menikmati pendidikanketerampilan di BLK, bila perlu digratiskan. Selama ini BLK lebih banyakmenggarap sektor jahit menjahit, salon, elektronik, permesinan. BLK harusdikembangkan juga pada sektor budi daya sandang pangan dan kelautan sepertibudi daya ternak, budi daya rumput laut, budi daya mutiara dan sebagainya. Jugadikembangkan pada berbasis IT. Saya memandang bahwa semua angkatan kerja yangmenganggur berhak untuk menikmati pendidikan keterampilan gratis di BLK. Daridata mbah google jumlah angkatan kerja perfebruari 2015 sebanyak 128,3 jutaorang. Sebanyak 7,15 juta orang di antaranya menganggur. Nah, bila angkatankerja yang menganggur ini disubsidi sebesar 1 juta berorang hanya dibutuhkansebanyak 7,15 trilyun untuk memberi kesempatan angkatan kerja yang mengangguruntuk mengikuti pendidikan keterampilan di BLK.

Bagaimana dengan situasi pasca BLK ? Bukankah juga dibutuhkan modal untuk membuka usaha ?

Memang benar. Dan sudah ada KUR(kredit usaha rakyat) yang dikelola oleh beberapa perbankan nasional untukmenjadi modal awal membuka usaha.

Bila hal di atas terwujud akanbersinergi dengan dana desa dalam upaya membangun negara serta menghambat arusurbanisasi.

Salam reformasi

Rahmad Daulaywww.selamatkanreformasiindonesia.com

21 november 2015.

–   *   *

Rahmad Daulay

Alumni Teknik Mesin ITS Surabaya angkatan 1993 tamat 2000.

Latest posts by Rahmad Daulay (see all)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca