Ada apa Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013 ? (bagian 2)

0

Pada kenyataan nya kegiatan Pekan Kondom Nasional (PKN) ini sudah berlangsung dari tahun 2007. Sudah yang ketujuh kalinya diselenggarakan. Dan selama masa itu program PKN ini terus saja berjalan dan mendapat dukungan cukup luas.

Dari awal PKN ini memang digagas oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bekerjasama dengan DKT Indonesia dan didukung penuh oleh Kementerian Kesehatan Indonesia (Proposal PKN waktu awal 2007 bisa dilihat disini). Tidak lah benar pernyataan Menkes bahwa kegiatan ini bukan kegiatan pemerintah dalam hal ini menkes, karena faktanya dari awal sejak 2007, kegiatan ini diadakan Kemenkes bersama KPAN dan DKT Indonesia sebagai penyelenggara.

Yang konsinten dari tahun 2007 menolak kegiatan ini diantaranya adalah Hizbut Tahrir Indonesia dan Aliansi Pemuda Selamatkan bangsa. Bahkan tahun 2007 hingga kegiatan PKN 2012 tidak banyak lembaga dan organisasi Keagamaan yang bersuara menolak ini, malah Dewan Masjid Indonesia melalui Dr. Tarmizi Taher sang Ketua Umum masa itu ikut mendukung Pekan Kondom Nasional ini (baca disini, disini).

Walau menggembirakan munculnya kesadaran untuk menolak atau setidaknya menempatkan program/kegiatan PKN ke jalan yang benar, saya cukup heran dengan derasnya penolakan PKN 2013 kali ini. Kenapa setelah 6 tahun, baru kali ini benar benar begitu deras dan gencar berita penolakannya dan dari begitu banyak kalangan.

Ada apa gerangan ?

Saya tidak dapat menjawab, mungkin kalangan pembaca bisa mencari jawabannya sendiri. Disini saya coba menunjukan beberapa fakta yang mungkin tidak didapat di media media yang ikut heboh saat ini, bahkan politikus juga ikut meramaikan.

1. Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) dan Kemenkes adalah pendukung kegiatan ini

Dari dokumen proposal (  dilihat disini ) dan awalnya kegiatan PKN, adalah sebuah fakta Kemenkes dan KPAN sebagai penyelenggara kegiatan/program ini. Jadi tidak benar jika Kemenkes tidak ada kaitannya dengan kegiatan ini. Ditambah lagi kenyataan Menteri kesehatan saat ini, Dr. Nafsiah Mboi adalah sekretaris KPAN (2006-2011) saat program ini diluncurkan dan sebagai salah satu yang mendorong program ini. Posisi sekretaris KPAN adalah eksekutif dalam organisasi KPAN yang menjalankan KPAN sehari hari, otomatis yang incharge program PKN ini selama 2007 adalah Nafsiah Mboi hingga akhir jabatan sebagai sekretaris KPAN.

2. PKN sudah berlangsung dari 2007 dengan DKT Indonesia sebagai penyelenggara

KPAN bekerjasama dengan DKT Indonesia sebuah lembaga pemasar social dalam menyelenggarakan PKN. DKT adalah pemegang merk untuk Kondom yang sangat laris di Indonesia (market leader), yaitu Sutra, dan Fiesta (dan Andalan). Produksi Kondom DKT Indonesia ini dilakukan di Thailand dan Malaysia (NRS Global Partners SDN BHD). DKT indonesia menguasai setidak nya 70% pasar Kondom Indonesia yang pada tahun 2013 jumlahnya mencapai 150 juta kondom setahun. Sisa nya dibagi oleh berbagai merk lokal dan import yang berasal dari Thailand, Malaysia dan China.

3. Jumlah penjualan Kondom di Indonesia meningkat tiap tahun (15%) dan Pemain lokal belum dominan

Indonesia memiliki BUMN yang memproduksi kondom dengan kapasitas cukup besar, yaitu 900.000 gross (130 juta kondom) setiap tahun. BUMN tersebut adalah PT. Mitra Rajawali Banjaran (MRB) anak usaha dari PT.Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dengan Dirutnya Ismet Hasan Putro yang diangkat Dahlan Iskan Men BUMN untuk mengembangkan RNI Group. Produks Kondom MRB diberi merk Artika yang saat ini tidak begitu besar pangsanya di Indonesia. Produk MRB kebanyakan di serap oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan sisanya sebagian besar di expor dengan merk sesuai permintaan pemegang merk di luar negeri.

4. Malaysia Produsen Kondom terbesar dunia

Sebagai penghasil karet terbesar di dunia, tidak lah membuat Indonesia kemudian menjadi penghasil Kondom utama dunia yang berbahan dasar Latex/karet. Malaysia adalah penghasil Kondom terbesar dunia dimana salah satu industri Kondom terbesar mereka adalah Karex Industrian Sdn Bhd (http://www.karex.com.my), dengan produksi 3 Milyar Kondom Pertahun atau 15% Kondom Dunia yang saat ini berjumlah 20 Milyar/tahun. Karex adalah produsen OEM atau yang memproduksi Kondom untuk merk merk ternama dunia selain memiliki merk sendiri CAREX. Perusahan ini baru saja pada Nopember 2013 melangsungkan IPO, penjualan saham ke publik dalam rangka mewujudkan target mereka meningkatkan kapasitas Produksi menjadi 6 Milyar pertahun di tahun 2015 dan berekspansi ke Thailand. Selaian Karex Sdn Bhd, di malaysia juga ada perusahaan NRS Global Partners SDN BHD yang juga produsen OEM besar dalam produksi kondom untuk merk merk ternama dunia.

 

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca