Irnanda Laksanawan, Mengelola Korporasi hingga Koperasi

8
Irnanda bersama Gita Wirjawan, M Nuh dan Chairul Tanjung

Irnanda Laksanawan, menempuh pendidikan S1 di jurusan Teknik Mesin, Fakutas Teknologi Industri (FTI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan lulus pada 1986. Selepas dari ITS, Irnanda melanjutkan pendidikannya ke Inggris di University of Birmingham pada tahun 1989-1990 dibidang Integrated Management System & Business Administration. Sementara itu, Gelar Doktor (Ph.D.) diperolehnya dari University of South Australia di Bidang Business Management pada tahun 2007.

Irnanda pernah menjabat Deputi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur sejak 24 September 2010 hingga 2014. Dia membawahi BUMN dibidang industri pertahanan, energi, industri semen, industri dok dan perkapalan, serta aneka industri lain di Indonesia, yang memiliki aset total lebih dari Rp 500 triliun.

Selain itu, Irnanda juga dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Pupuk Sriwijaya Palembang, Komisaris Utama PT Asuransi Jasindo (Perseero). Juga pernah dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Terminal Peti Kemas Surabaya, yang merupakan joint venture company antara Pelindo III dan P&O Australia, Komisaris Utama PT IGLAS dan Komisaris PT Pertamina.

Sewaktu menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina, pada Desember 2006 hingga 2007, Irnanda mengemban tugas untuk menyehatkan Pertamina, dengan tujuan dapat lebih kompetitif dan memiliki daya saing di tingkat dunia.

Ia pernah menjadi Ketua Komite Good Corporate Governance (GCG) Dewan Komisaris Pertamina dan Koordinator Penyusunan Corporate Planning and Business Policy 2008-2012, dimana tugas utamanya adalah membuat acuan restrukturisasi korporasi Pertamina dengan semua anak perusahaannya.

Sebagai mantan Deputi BUMN Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur, dan terbiasa mengurus perusahaan dengan omset ratusan Trilyun rupiah, Irnanda juga tidak kurang perhatian kepada usaha kecil dan koperasi khususnya dipemberdayaan ekonomi Rakyat. Hal ini dibuktikannya dengan ikut memberdayakan ekonomi ummat melalui pendirian koperasi Nahdhatul Ulama (NU) dengan nama Koperasi NAHDATUL ULAMA MABADI KHAIRO UMMAH Bintang Sembilan (Koperasi MABADIKU).

“Irnanda merupakan sosok pembelajar yang sangat cepat, juga menaruh perhatian yang besar pada ekonomi ummat, ini dibuktikan Irnanda dengan mendirikan Koperasi Mabadiku dari nol, dan sekarang sudah berkembang cukup besar dan dengan sangat baik,” ungkap Ferry Koto, seorang penggerak Koperasi yang juga Anggota Dewan Pendidikan Surabaya, kepada reporter Fren247.

“Koperasi Mabadiku adalah koperasi yang didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi warga Nahdatul Ulama (NU), dengan tujuan pemberdayaan dan kemandirian warga NU diseluruh Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur,” jelas Irnanda.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca