Seminar Islamic Microfinance Unair : Potensi Indonesia Sebagai Pusat Islamic Microfinance

3

IMG-20141009-WA0054

Surabaya – Universitas Airlangga (UA) melalui Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Kamis (09/10), menyelenggarakan Airlangga International Seminar on Islamic Economic dengan tema Fostering Socio-Economic Welfare through Islamic Microfinance in Globalization Era, bertempat di Gedung Rektorat Aula Garuda Mukti Kampus C, Universitas Airlangga.

Narasumber yang memberikan materi, Muhammad Abduh Ph.D, Head of Research Islamic Banking and Finance International Islamic University Malaysia. Taufik Machrus, Senior Vice President PT Bank Syariah Mandiri. Harsbur Perdia, Direktorat pengembangan lembaga keuangan mikro. Ir Adiwarman Karim, SE, MBA, MAEP, Independent Commisioner of PT Bank Sahabat Sampoerna. Hamzah Izzul Haq, CEO HAMASA Indonesia.

Dr. Radhitya Sukmana dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Indonesia harus memiliki keunggulan dalam sektor ekonomi islam. Malaysia terkenal dengan Islamic capital market. Uni Emirate Arab beserta Qatar sangat unggul pada sektor keuangan syariah. Indonesia bisa mengambil peluang pada sektor Islamic Microfinance.

“Pertumbuhan usaha sektor mikro di Indonesia sangat pesat, peluang Indonesia untuk unggul di sektor Islamic Microfinance sangat besar,” jelas Radhitya.

Sementara itu Muhammad Abduh. Ph.D mengutarakan bahwa islamic microfinance akan tumbuh pesat dengan cara menggabungkan unsur microfinance dan islamic finance.

“Keuangan mikro syariah memiliki potensi untuk memperluas akses terhadap pembiayaan bagi para pelaku ekonomi mikro,” papar Abduh dalam makalahnya.  >>> selanjutnya

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca