Menanti Produksi Massal Mobil Listrik di 2016

0

Mobil Listrik Selo

Kementerian Ristek dan Teknologi (Kemenristek) menargetkan mobil listrik mulai diproduksi massal pada 2016. Saat ini mobil listrik masih dalam tahap uji coba untuk bisa diproduksi secara masif.

[ads2][ads1]

Menristek, Gusti Muhammad Hatta, di Yogyakarta, Jumat (22/11/2013) mengatakan, saat ini yang difokuskan ialah penelitian pada baterai. Diharapkan pada tahun depan bisa dihasilkan daya 200 watt per hours, dari 120 watt per hours tahun ini.

“Makin tinggi (watt per hours) makin bagus. Bisa 100Km/jam lebih kecepatannya. Bikin mobil listrik perlu diuji ke alam nyata, di jalan raya betul. Kita belum untuk menjual,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, hingga 2018, pengembangan baterai mobil listrik diharapkan bisa mencapai 600-800 watt per hours. Menristek menekankan harus ada penguasaan pada teknologi baterai, dan ini yang sedang coba dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada (UGM).

Di perguruan tinggi, menurut Menristek, pengembangan kendaraan listrik sudah mulai tumbuh. “Di universitas seperti UGM, ITS dan di Solo, animo tinggi. Mereka sudah termotivasi untuk bikin kendaraan listrik,” kata Gusti.

Ia berharap bahwa desain baterai akan memiliki bodi yang kecil. Namun, densitas yang tinggi. Kemenristek juga berharap mobil listrik bisa segera diproduksi.

“Rencana semula 2016 sudah bisa diproduksi, paling tidak ribuanlah. 3.000 atau 4.000 unit. Untuk dibagi ke kabupaten-kabupaten, termasuk ke Manado,” tuturnya.

Ia menjelaskan, untuk bisa masuk ke industri. Harus ditempuh berbagai tahap, seperti uji coba di jalanan.

“Mobil listrik enggak mengeluarkan gas CO2. Sosialiasi perlu untuk dapat masukan dari masyarakat. Kita perlu bikin forum, untuk menampung aspirasi. Kemudian legalisasi untuk (misalnya) dapat STNK. Kita terus tingkatkan SDM,” jelasnya.

Ia mengatakan, tim akan melaksanakan FGD (focus group discussion). “Ada FGD riset baterai, konsorsium perusahaan, lembaga Litbang dan universitas,” pungkasnya.

Pratikno, Rektor UGM mengatakan, mengapa pihaknya fokus ke baterai mobil listrik. “Karena kalau kami bisa produksi baterai kecil, lebih ringan tapi lebih punya power yang lebih besar, kita bisa bikin industri otomotif besar itu, bisa berpaling ke kita,” kata Pratikno.

Ia menambahkan, pihaknya masuk pada satu titik rantai produksi, tapi kompetitif di tingkat global. “Itu yang sebetulnya menjadi target kami dan itu adalah baterai,” tuturnya.
(zwr)

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca