Bank Pembangunan Islam adakan Workshop Wakaf di Unair

3

Surabaya – Islamic Research and Training Institute Islamic Development Bank (IRTI – IDB), yang berkantor pusat di Jeddah Saudi Arabia, kembali mengadakan acara WAQF WORKSHOP “Revival of Waqf for Socio Economic Development” pada tanggal 28 – 29 September 2014.

Workshop ini merupakan agenda rutin yang diadakan oleh pihak IRTI IDB secara bergiliran antar negara anggota Islamic Development Bank.

Dalam WAQF WORKSHOP kali ini, IRTI IDB memilih Indonesia sebagai tuan rumah. Acara bertempat di Aula Fadjar Notonegoro Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga.

“Pemilihan Universitas Airlangga sebagai tuan rumah oleh pihak IRTI IDB merupakan hasil perjuangan Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga,” ungkap Dr Raditya Sukmana , ketua program studi Ekonomi Islam Unair, dalam sambutannya.

Selain peserta dari Indonesia, Workshop berskala International ini dihadiri juga beberapa negara lain seperti Malaysia, Kuwait, Turki, Sudan, Pakistan, Saudi Arabia dan Maldev. Tampak hadir juga dalam kegiatan ini unsur pemerintahan dari Bank Indonesia, Badan Wakaf Indonesia, Dinas Koperasi dan UMKM serta Badan Pusat Statistik.

Bertindak selaku Keynote Speech pada kesempatan ini adalah Prof. Abdul Ghafar Ismail selaku Head of Islamic Economics and Finance Research Division IRTI – IDB dan Dr Mustafa Edwin selaku Ketua Umum Badan Wakaf Indonesia.

Prof Abdul Ghafar menuturkan bahwa tujuan diangkatnya tema ini adalah guna mengkaji secara mendalam dalam bingkai ilmiah terkait potensi wakaf yang ada di masing masing negara anggota IDB.

“Berdasarkan hasil temuan pihak IRTI, apabila produktivitas wakaf ini dapat dimaksimalkan, maka potensi wakaf ini dapat membantu keadaan ekonomi ummat,” jelas Ghafar.

Hal senada juga disampaikan oleh Dr Mustafa Edwin, bahwa keadaan wakaf di Indonesia sebelum tahun 2004 masih bersifat tradisional. Masa itu waqaf di Indonesia kebanyakan masih berbentuk waqaf membangun masjid atau waqaf tanah orang yang mati.

Edwin menjelaskan, setelah tahun 2004, Badan Waqaf Indonesia secara terus menerus menggalakkan gerakkan mari berwakaf. Salah satu program yang digalakkan oleh pemerintah RI kedepan melalui Badan Waqaf Indonesia adalah gerakan wakaf tunai bekerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah.

“Diharapakan hasil dari Workshop menjadi masukan bagi pemerintah anggota IDB, khususnya yang konsen terhadap perkembangan wakaf di negaranya masing masing. Karena pertumbuhan industri selama ini yang telah di edukasi oleh pihgak IRTI IDB semuanya berasal dari kajian secara ilmiah, termasuk dengan potensi menggerakkan waqaf.” Jelas Prof Abdul Ghafar saat ditanya fren247 menjelang penutupan workshop.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca