Kenakan Jilbab, Netizen China : Kapan Kamu ke Arab ?

585
Netizen China anti Islam
Muslim China dari suku Han Aysha Xiong (kiri), bersama kedua temannya. Mereka penbuat The Hijab channel di WeChat. (foto: AFP)

CHINA, fren247.com – Seorang wanita Cina bersama dua orang temannya mendapatkan perlakuan rasis dan kasar dari netizen China.  Aysha Xiong (23 tahun), nama wanita tersebut, mendapat perlakuan tersebut karena mengunggah foto dirinya dan kedua temannya yang berjilbab ke situs jejaring sosial di China, Weibo (twitter-nya China).

Kasus bermula saat Aysha mengunggah fotonya ke channel The Hijab Channel di situs WeChat mini. Foto yang diunggah sama dengan foto pengguna channel lainnya yang bertujuan untuk berbagi kisah tentang jilbab, iman, pekerjaan dan kehidupan. Masalah baru timbul saat foto tersebut diunggah ke situs microbloging Weibo.

Aysha dan kedua temannya yang memakai jilbab mendapatkan komentar-komentar kasar dari netizen China. Semua komentar kasar tersebut memperlihatkan sikap mereka yang anti-Islam.

“Kapan kamu akan kembali ke Arab,” kata pengguna Weibo dengan kasar mengomentari foto Aysha dan temannya, seperti dilansir dari South China Morning Post, Ahad (12/3).

“Cina tidak memerlukan aliran sesat,” komentar lain dari pengguna Weibo, terhadap foto dua orang gadis yang berasal dari Kunming, Provinsi Yunan, tersebut.

Simak : Titiek Soeharto : Reformasi, Kesenjangan Miskin dan Kaya Malah Bertambah Lebar

Dua komentar ini menjadi yang paling populer dan mendapat lebih banyak jempol (like) di Weibo.

Aysha Xiong berasal dari suku Han, dan telah memeluk Islam sejak tiga tahun lalu. Sementara dua orang temannya berasal dari suku Muslim Hui yang minoritas di China. Pengalaman yang mereka dapatkan telah memperteguh pendirian mereka untuk mempertahankan The Hijab Channel, yang mereka buat untuk tempat berbagi.

“Saya ingin menceritakan kepadamu, kisah saya sedikit demi sedikit, dan akan memberitahu bahwa Islam tidak takut,” kata Aysha mengomentari ratusan komentar negatif netizen China di Weibo.

“Muslims live in the same way as non-Muslims,” tegas Aysha membalas komentar sarkas di Weibo.

Saat ini di China semakin berkembang sikap anti-islam, yang disebabkan kurang tegasnya pemerintah China dalam menyensor dan mengatasi hal tersebut, padahal China sangat terkenal dengan pengawasannya yang ketat terhadap Internet. Mulai muncul kekhawatiran jika hal ini dibiarkan, ketegangan ini tidak hanya akan terjadi di dunia maya tapi juga akan meluas di dunia nyata.

MENARIK DIBACA

loading...

Tanggapan Pembaca