Anti-islam Terus Berkembang di China

569
Anti-Islam China
Pria Muslim menjalani pemeriksaan keamanan setelah tiba di Masjid Niujie Beijing untuk sholat 'Idul Fitri pada Juli 2014. (Foto: EPA)

CHINA, Fren247.com – Anti-islam yang terus berkembang di kalangan netizen China telah menimbulkan kekhawatiran, apabila hal ini terus dibiarkan, akan meluas menjadi konflik di dunia nyata. Sementara media pemerintah jarang menentang pandangan anti-islam tersebut, demikian juga pemerintah China, yang terkenal dengan sensornya di Internet, cenderung acuh.

“Zhou” seorang pengembang web berusia 23 tahun yang tinggal di Qingdao, Provinsi Shandong, adalah penganut anti-islam garis keras. Ia dan teman-temannya menyebut diri mereka Mu Hei (Pembenci Muslim). Mereka menggunakan istilah “Hijau” untuk umat Islam, sebagai ungkapan penghinaan atas warna simbolis dalam Islam.

Komentar menghasut Zhou telah beberapa kali diposting seperti “Mari kita menembak 100 Hijau”, atau dikesempatan lain “Kenapa tidak membunuh semua Hijau”.

“Saya berharap tidak ada Muslim di dunia,” kata Zhou yang enggan ditulis nama lengkapnya, sebagai mana dilansir South China Morning Post, Ahad (12/3).

Zhou menjelaskan ia menjadi Mu Hei karena menganggap Islam agama yang “tidak manusiawi”, yang mendorong kekerasan serta menekan perempuan.

Para ahli berpendapat, berkembangnya anti-islam dan sikap intolerensi pada enam dekade terakhir di China karena kurangnya pendidikan agama. Zhou yang tidak pernah sekalipun berbicara dengan muslim, sama dengan kebanyakan rekannya tumbuh dilingkungan yang menjauhkan agama dari kehidupan mereka, sebagaimana Partai Komunis China sebut “feudal superstitions” (takhayul feodal).

Dua orang wanita muslim dari suku Ughyur melintas didepan Polisi paramiliter yang sedang menjaga Grand Bazaar di Urumqi, Xianjing (foto: AFP)

“Jumlah konten yang berhubungan dengan agama dalam kurikulum Cina telah meningkat dalam 20 tahun terakhir, namun topik tersebut masih dibahas dengan cara yang dangkal dan negatif,” jelas Dru Gladney, seorang ahli Muslim Cina di Pomona College California.

Simak: Titiek Soeharto : Reformasi, Kesenjangan Miskin dan Kaya Malah Bertambah Lebar

Gladney mengatakan ketika orang Cina pergi ke luar negeri, mereka sering terkejut menemukan bahwa agama secara umum adalah bagian dari kehidupan masyarakat, sesuatu yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka.

“Keyakinan bahwa jika anda modren, maka anda sekuler dan skeptis, pengetahuan umum tentang agama sangat buruk di China,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui umat Islam minoritas di China. Sebagian besar berasal dari suku minoritas yang tinggal di bagian barat negara itu, dengan suku terbesar Uygurs dan Hui. Kekerasan pada Muslim China meningkat belakangan ini, terutama di dunia maya.

MENARIK DIBACA

loading...

TINGGALKAN TANGGAPAN

Sila masukan komentar anda
Silahkan masukan nama disini